alexametrics
Selasa, 14 Jul 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Nekat Mandi, Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam

03 Juni 2020, 09: 10: 46 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MENGIDENTIFIKASI: Sejumlah petugas sedang mengolah TKP korban terakhir meninggal dunia, diduga akibat tenggelam. 

MENGIDENTIFIKASI: Sejumlah petugas sedang mengolah TKP korban terakhir meninggal dunia, diduga akibat tenggelam.  (HUMAS POLRES FOR RADAR TRENGGALEK)

GANDUSARI, Radar Trenggalek - Nahas nasib yang dialami Adinda Ananta Luis (AAL). Bocah 8 tahun itu meninggal dunia usai tenggelam di Sungai Tawing, Desa/Kecamatan Gandusari, kemarin (2/6). Diduga korban sempat berenang di tempat kejadian perkara (TKP). 

Kapolsek Gandusari AKP Rohadi membenarkan, peristiwa itu menimpa salah satu bocah warga Desa/Kecamatan Gandusari. Kronologisnya, korban dengan kakak dan lima temannya hendak memancing di Sungai Tawing.  Sekitar pukul 09.00, mereka bergeser ke daerah tebing di bibir sungai untuk bermain. Diduga mereka hendak mandi dengan melompat dari atas tebing. 

Dari informasi yang dihimpunnya, kata Rohadi, salah satu warga yang berada dekat lokasi sempat mengingatkan agar tak mandi atau berenang karena sungai cukup dalam. Sebab, kedalaman sungai mencapai sekitar 2 meter. Menurut dia, anak-anak itu tetap nekat mandi. “Yang mandi tiga anak, dua selamat karena bisa berenang. Sedangkan yang satu meninggal karena tidak bisa berenang," kata dia. 

Tak pelak, sambung dia, selang beberapa menit, salah satu teman korban ada yang teriak minta tolong. Salah satu warga yang mendengar teriakan itu berusaha menuju sumber suara untuk menolong. “Selanjutnya, warga yang berada di lokasi berusaha menolong korban yang selamat, tapi AAL tak ketemu. Kemudian bersama warga lainnya mencari ALL," ujarnya. 

Sekitar 30 menit pencarian, Rohadi mengaku AAL akhirnya ditemukan nyangkut di tunggak bambu di tengah sungai. Nahas, kondisi korban sudah tak bernyawa saat ditemukan kali pertama. "Korban sudah meninggal dunia," katanya.

Dia melanjutkan, saat mengolah TKP dan memeriksa beberapa saksi mata, dugaan sementara kejadian itu murni kecelakaan. Sebab dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Orang tua korban juga sudah menerima dan memohon untuk tidak diotopsi," pungkasnya menutup wawancara. (tra/ed/tin)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia