alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Tak Ada Siswa Berjubel Daftar

09 Juni 2020, 15: 33: 51 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PROTAP COVID-19 : Panitia PPDB melakukan verifikasi data di SMPN 3 Tulungagung

PROTAP COVID-19 : Panitia PPDB melakukan verifikasi data di SMPN 3 Tulungagung (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Sementara itu, pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) offline jenjang SMP relatif berjalan kondusif. Seperti yang terlihat di SMPN 3 Tulungagung. Tak seperti PPDB tahun lalu yang penuh dengan calon siswa dan wali murid berjubel di ruang pendaftaran. Kali ini, hanya terdapat tumpukan map berisi berkas dari calon peserta didik. Panitia PPDB pun sibuk memverifikasi setiap berkas yang masuk.

 Sesuai dengan peraturan, PPDB kali ini dilakukan melalui sekolah asal dan UPT Dispendikpora kecamatan. Sehingga calon siswa cukup mengumpulkan berkas ke sekolah. Nantinya sekolah yang akan mengantar ke UPT Dispendikpora kecamatan, untuk selanjutnya diantar ke sekolah tujuan. “Karena memang dilakukan secara semi kolektif, jadi sekolah relatif sepi pada PPDB ini. Panitia hanya menerima berkas yang telah diantar oleh pihak UPT,”jelas Ketua PPDB SMPN 3 Tulungagung, Nurul Hidayati.

 Nurul mengatakan, karena mekanisme PPDB tahun ini berbeda, maka pihak sekolah asal bertanggung jawab penuh dengan keakuratan data peserta didik. Salah satunya bertanggung jawab atas kebenaran titik azimuth garis bujur, dan garis lintang lokasi tinggal peserta didik sesuai dengan alamat kartu keluarga (KK). Sebab, titik azimuth akan berfungsi untuk jalur penerimaan zonasi dan data siswa. “Tadi masih banyak ditemukan berkas calon siswa tidak lengkap. Salah satunya tidak dilengkapi titik azimuth. Sehingga harus kami kembalikan ke calon siswa untuk dilengkapi kembali,”terangnya.

Sama seperti sebelumnya, jalur PPDB kali ini terbagi menjadi empat jalur. Yakni, jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua/wali murid, dan prestasi. Untuk jenjang SMP, jalur zonasi memiliki kuota minimal 50 persen dari daya tampung sekolah. Sementara untuk jalur afirmasi minimal 15 persen dari daya tampung sekolah. Untuk jalur perpindahan orangtua/wali murid memiliki kuota 5 persen dari daya tampung sekolah. Dan jalur prestasi sebanyak 30 persen dari daya tampung sekolah. “Untuk jalur zonasi dan prestasi kali ini kuotanya berbeda kalau dibandingkan dengan tahun lalu,”imbuh wanita berhijab ini.

Selain jalur offline, nantinya jalur online akan diperuntukkan zonasi. Nantinya jalur zonasi menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring) dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat dengan sekolah. Jalur zonasi akan dibuka pada 22 hingga 24 Juni mendatang. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia