alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Titik Azimuth Rancu

Imbas Siswa Kurang Teliti

10 Juni 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DATA RANCU: Koordinator operator SMAN 1 Kedungwaru, Yulius, memverifikasi berkas calon siswa yang masuk.

DATA RANCU: Koordinator operator SMAN 1 Kedungwaru, Yulius, memverifikasi berkas calon siswa yang masuk. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Baru tuntas permasalahan server overload, kini kendala teknis kembali terjadi pada hari kedua pengambilan PIN penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK. Kerancuan data calon siswa sering kali dijumpai sehingga pihak sekolah (SMA/SMK, Red) tidak dapat melakukan verifikasi. Tentu ini berimbas pada calon siswa yang tidak segera mendapatkan PIN PPDB.

 “Data yang masuk rancu, kami tidak bisa memverifikasi data. Tentu efek dominonya calon siswa pun tidak segera mendapat PIN,” jelas koordinator operator PPDB SMA Kabupaten Tulungagung, Yulius Satria Hendrata.

 Pria yang akrab disapa Lius ini mengatakan, kerancuan data calon siswa rata-rata terjadi pada penitikan lokasi tempat tinggal atau titik azimuth. Yakni garis bujur dan garis lintang lokasi tinggal peserta didik sesuai dengan alamat kartu keluarga (KK). Pada hari kedua pengambilan PIN, banyak ditemui lokasi titik azimuth berbeda dengan alamat yang ada pada KK. Sehingga pihak sekolah kesulitan melakukan verifikasi. Bahkan ditemukan kasus, alamat calon siswa berdasarkan KK berlokasi di Kecamatan Tanggunggunung, tapi titik azimuth di Surabaya. “Banyak kasus-kasus yang seperti itu. Tentu saja ini akan berakibat fatal kalau tidak segera diperbaiki,” terangnya.

Kurang telitinya calon siswa dalam melakukan input data menjadi faktor utama rancunya data. Untuk itu, pria berkacamata ini mengimbau siswa untuk lebih berhati-hati dalam meng-input data. Termasuk mengunggah scan KK dan surat keterangan lulus (SKL). Sebab jika tidak, data tidak akan terbaca oleh sistem.

Tak hanya itu, dalam peraturan yang baru, jika KK dari calon peserta didik belum ada satu tahun saat pendaftaran PPDB, maka calon siswa wajib menyertakan surat domisili beserta KK yang baru. Ini untuk membuktikan jika data yang terunggah merupakan data yang benar dan valid. “Semisal ada anggota keluarga yang baru meninggal atau menikah, lalu mengurus KK baru, tapi belum ada satu tahun. Wajib melampirkan surat domisili juga,” imbuhnya.

Selain rancunya data siswa, juga terdapat beberapa perubahan dalam proses verifikasi. Jika sebelumnya hanya data siswa akan diverifikasi oleh sekolah terdekat dengan tempat tinggal, kini sudah tidak lagi berlaku. Setiap sekolah menerima data calon siswa secara random. Calon siswa pun tidak akan tahu data yang di-input-nya akan diverifikasi oleh sekolah mana. “Bisa jadi rumahnya Sendang, tapi diverifikasi oleh SMA Rejotangan. Karena memang data calon siswa ter-input global by sistem, kemudian dibagi rata ke setiap sekolah di seluruh Tulungagung,” urainya.

 Sekadar informasi, dari data yang berhasil dihimpun Koran ini, hingga 9 Juni 2020 pukul 15.00, tercatat sebanyak 4.799 calon siswa telah mengajukan pengambilan PIN. Sementara baru 2.712 calon siswa yang berhasil mendapatkan PIN. Sebanyak 391 data calon siswa pun masih salah sehingga diperlukan perbaikan lagi. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia