alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Ikan Guppy Tetap Menjanjikan

15 Juni 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

STABIL: Hendrik Nurbastian sedang memberi makan ikan hias guppy dari satu kolam ke kolam yang lain.

STABIL: Hendrik Nurbastian sedang memberi makan ikan hias guppy dari satu kolam ke kolam yang lain. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

SUMBERGEMPOL, Radar Tulungagung - Pandemi coronavirus disease (Covid-19) tentu berdampak pada perekonomian pelaku usaha, seperti pedagang, peternak, dan lainnya. Mereka harus putar otak agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini. Namun, ada juga yang tidak terdampak. Bahkan tetap bisa berjalan seperti biasa. Salah satunya pembudi daya ikan hias guppy. Hingga sekarang, daya beli masyarakat masih stabil meski di tengah pandemi Covid-19.

 Salah satu pembudi daya ikan hias guppy di Tulungagung, Hendrik Nurbastian mengatakan, banyak teman-teman pembudi daya ikan konsumsi yang mengeluhkan perekonomiannya anjlok. Bahkan, hampir semua sektor usaha terdampak Covid-19. Namun selama pandemi Covid-19, yakni kurang lebih tiga bulan terakhir, pembudi daya ikan hias guppy tidak terlalu merasakan dampaknya. “Alhamdulillah dalam masa pandemi ini daya jual ikan guppy masih seperti hari normal pada umumnya,” tuturnya.

Hendrik mengungkapkan, tidak tahu secara persis kenapa daya beli ikan guppy masih tinggi di tengah pandemi Covid-19. Dalam satu minggu biasanya dia memanen hingga tiga kali. Rata-rata dalam sekali panen dia bisa mendapatkan uang sekitar Rp 250 hingga Rp 300 ribu. “Ya, biasanya dalam satu minggu saya bisa menjual tiga kali panen kepada pengepul dengan harga yang bervariasi,” ungkap pria asal Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol itu.

Pria ramah itu menjelaskan, ada beberapa jenis ikan guppy yang dia budi dayakan. Di antaranya ikan guppy jenis cobra, beath R, blesteren, AFR, hingga jenis ikan guppy black moscow. Semua jenis ikan guppy tersebut ditempatkan pada 10 kolam yang berbeda dengan ukuran kolam 1 kali 2 meter, berdasarkan jenis ikan guppy. “Saya membudidayakan beberapa jenis ikan guppy karena setiap jenis ikan guppy memiliki nilai jual yang berbeda-beda. Seperti black moscow yang bisa dijual hingga Rp 30 ribu per pasang,” jelasnya.

Hendrik menceritakan, awalnya dia memiliki modal yang terbilang tidak banyak. Dengan bermodal empat kolam berukuran kecil dan beberapa orang yang memberikan ikan guppy indukan secara suka rela. Kini, ada ribuan ikan guppy yang dia miliki dengan 10 kolam. “Tidak menyangka sekali saya bisa mengembangkan usaha ini. Karena diawal orientasi saya adalah rasa suka dengan keindahan ikan guppy,” ujarnya.

Selain itu, budi daya ikan guppy juga melatih seseorang untuk sabar dan telaten. Memang ikan guppy ini untungnya tidak banyak, tapi terus-menerus dan daya belinya tetap stabil. “Yang penting harus sabar, telaten, dan harus menyukai hal itu,” pungkas pria yang juga sebagai Tagana itu. (*)

(rt/dre/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia