alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Mantan Mandor Proyek Jadi Perajin Bonsai

Tunggu 3 Bulan untuk Membentuk, Bisa Ditawar Jutaan Rupiah

22 Juni 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

INDAH: Yatiran ketika memperlihatkan bonsai hasil kreasinya.

INDAH: Yatiran ketika memperlihatkan bonsai hasil kreasinya. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Hobi merangkai bonsai bisa sebagai pekerjaan sampingan untuk mendulang rupiah. Seperti yang dilakukan Yatiran, warga Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek Pasalnya, ketika sudah pensiun sebagai mandor proyek, kini waktunya selalu dihabiskannya untuk membentuk tanaman bonsai. Tak ayal, dengan ketelatenannya tersebut, sekitar 100 tanaman bonsai miliknya bernilai jual tinggi.

ZAKI JAZAI, Kota, Radar Trenggalek

Ketika mendengar nama tanaman bonsai, mungkin yang ada dalam benak sebagian masyarakat adalah tanaman kayu yang dikerdilkan untuk hiasan rumah saja. Namun, sedikit yang membayangkan betapa sulit dan butuh proses yang panjang untuk membentuk tanaman tersebut agar layak ditampilkan. Seperti yang dilakukan Yatiran setiap hari setelah dirinya berhenti dari pekerjaan karena usia yang terbilang sudah tidak muda lagi.

Ketika ditemui Jawa Pos Radar Trenggalek kemarin (21/6), suasana sejuk terasa ketika masuk di halaman rumahnya yang berada di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Karena sedikit masuk gang dengan berbagai tumbuhan sekitar. Di halaman rumahnya juga berjajar rapi puluhan jenis bonsai koleksinya. Saat itu Yatiran sedang memeberi pupuk kandang pada salah satu tanamannya hingga memeriksa bentuk yang cocok untuk diubah. “Ini belum seberapa. Sebab saya baru satu tahun mulai ini. Syukurlah bisa sedikit membantu ekonomi keluarga kendati tidak bekerja lagi,” katanya kepada Koran ini.

Sambil melihat tanamannya yang bisa untuk dibentuk, Yatiran mulai bercerita. Sebenarnya dirinya suka budi daya bonsai sejak lebih dari 20 tahun silam. Namun karena pekerjaan yang sering pindah-pindah kota untuk mengawasi pembangunan yang dilakukan perusahaan tempatnya bekerja, baru satu tahun ini dirinya mulai menekuninya. Dari situ, dirinya mulai mengenal beberapa jenis tanaman yang tepat. Sebab, tidak semua tanaman bisa dijadikan bonsai, dalam artian bisa bernilai jual yang bagus. Lazimnya para pecinta bonsai memilih tanaman atau tumbuhan seperti serut, asam Jawa, beringin, apak, wahong, dan lain-lain.

Intinya memiliki karakter dasar kuat, subur, dan biasanya berdaun kecil. Itu untuk memunculkan kesan kerdil dari bentuk sebuah pohon besar dan tua. “Selain itu, batangnya harus lentur agar mudah dibentuk. Makanya setelah melihat tanaman yang cocok, saya selalu memotong batangnya atau menggali untuk diambil batang dan sebagian akar,” ujarnya.

Setelah itu, cikal bakal bonsai ditanam kembali pada pot. Dalam penanaman ini, diperlukan kesuburan tanah agar tanaman tidak stres dan akar mudah berkembang. Baru tanaman diletakkan di suatu tempat yang tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan hempasan air yang terlalu kencang agar mudah beradaptasi. Peletakan tanaman dilakukan sekitar 2-3 minggu untuk benar-benar dipastikan hidup. Agar tanaman beserta pot bisa dipindah ke tempat lain dengan sinar matahari langsung.

Mengenai pembentukan, tidak bisa langsung dilakukan. Diperlukan waktu 3-8 bulan untuk memastikan tunas baru yang muncul agar bisa langsung dipotong. “Untuk pembentukan bonsai, saya hanya mengandalkan potong tunas. Juga menggunakan kawat khusus dengan ukuran agak besar agar tidak menyiksa tanaman,” imbuh pria 50 tahun ini.

Setelah tunas tersebut dipotong, baru tumbuhan akan menghasilkan cabang yang indah dengan sendirinya. Tak ayal, karena tanamannya terbilang alami, para pencinta bonsai pun tak segan-segan membelinya. Untuk harga, tidak bisa menentukan karena tergantung selera. Yang pasti paling murah bonsai tersebut dihargai Rp 700 ribu hingga jutaan. Namun, harga bonsai tersebut masih di bawah Rp 20 juta karena bonsai bisa dihargai lebih mahal lagi. Dengan catatan, telah mengantongi sertifikat memenangi kontes.

Jenis tanaman yang sulit dibentuk adalah tanaman jenis streblus atau serut lanang. Pemotongan tanaman tersebut dilakukan pada daunnya, tapi sebelum daun tersebut terdapat duri. Sehingga untuk melakukan pemotongan, dirinya harus menunggu waktu yang lama. “Intinya perajin bonsai harus sabar. Sebab, tanaman ini dinilai bukan dari besar atau kecilnya, melainkan bentuknya. Sehingga ada anggapan tanaman semakin tua, semakin mahal,” ujar Yatiran. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia