alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Melihat Aktivitas Admin Kabupaten PPDB Online

Selalu Memberi Penjelasan, Kebanyakan Masalah Terkait Domisili

24 Juni 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TERUS DIPANTAU: Admin PPDB kabupaten ketika memberi imbauan kepada operator sekolah yang mengalami kendala pada pendaftaran.

TERUS DIPANTAU: Admin PPDB kabupaten ketika memberi imbauan kepada operator sekolah yang mengalami kendala pada pendaftaran. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tahun ini merupakan hal yang pertama dilakukan di Trenggalek. Berbagai persiapan terkait sarana dan prasarana (sarpras) serta sumber daya manusia (SDM) harus dipersiapkan betul agar tidak ada masalah. Inilah yang membuat para admin PPDB kabupaten bekerja lebih ekstra untuk memberi pemahaman kepada para operator sekolah terkait hal itu.

ZAKI JAZAI, Kota, Radar Trenggalek

Jaringan putus, gagal mengunggah berkas, listrik mati, atau berkas ditolak, mungkin itulah yang sering dialami setiap orang yang melakukan berbagai pendaftaran secara online. Hal itu juga bisa terjadi pada PPDB online yang baru diterapkan tahun ini di wilayah Trenggalek. Tak ayal, perlu kesabaran yang dilakukan panitia pendaftaran untuk menerangkan secara detail terkait tata cara pendaftaran. Seperti yang terlihat di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek, kemarin (23/6).

Ketika Jawa Pos Radar Trenggalek ini mengunjungi salah satu ruangan depan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut, terlihat berbagai kesibukan admin PPDB. Dua orang sedang menyelesaikan permasalahan yang dialami operator sekolah dalam meng-input data siswa. Mereka terlihat berbagi tugas. Ada yang menerima atau membaca laporan, memberikan masukan kepada orang tua calon peserta didik baru atau operator sekolah yang mengadu tentang data siswa yang di-input, tapi ditolak sistem. Sering kali terjadi koordinasi antaradmin atau beberapa orang yang datang membahas tentang cara mengatasinya. “Hingga hari kedua ini (kemarin, Red), banyak yang datang ke sini untuk mengadu terkait pelaksanaan PPDB. Kebanyakan terkait itu (data yang di-input ditolak sistem, Red),” ungkap salah satu admin kabupaten, Bahrul Ngantok.

Kebayakan orang tua tidak memahami peraturan hingga ingin memasukkan anaknya ke sekolah yang ada di kota lewat jalur zonasi. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menyiasatinya. Seperti mencari surat keterangan tinggal atau pindah alamat dekat sekolah yang dituju. Namun, tidak serta-merta berhasil.

Disebutkan pada pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) surat keterangan domisili, atau pindah alamat yang bisa digunakan harus dikeluarkan minimal satu tahun sebelum pelaksanaan PPDB. Artinya, dikeluarkan maksimal Juni 2019 lalu. "Banyak orang tua yang memaksa anaknya agar bisa diterima di sekolah kota dengan membuat itu (surat keterangan domisili, Red). Namun karena sudah menjadi aturan, ditolak oleh sistem karena suratnya tertanggal tahun ini (2020, Red)," katanya.

Ketika ada komplain, para panitia berkali-kali menjelaskan agar semuanya mengerti. Tak sedikit dalam pemberian penjelasan tersebut, panitia menunjukkan contoh surat yang bisa digunakan. Dalam melaksanakan PPDB ini, panitia mengambil data siswa kelas VI yang mendaftar dari data pokok pendidikan (dapodik) untuk membuat username dan password. Keputusan tersebut diambil lantaran panitia ingin melindungi hak calon peserta didik yang dari kecil tinggal di dekat sekolah tersebut. Juga untuk mendekatkan sekolah calon peserta didik ke tempat tinggalnya agar mudah dilakukan pengamatan.

Tak ayal, dengan penjelasan yang dilakukan berkali-kali, setiap orang yang datang memahaminya dan bersedia melakukan pendaftaran sesuai prosedur. Agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari, setiap kali pendaftaran, baik operator sekolah maupun orang tua yang mengadu, setelah mendaftarkan calon peserta didik baru harus membubuhkan tanda tangan. Jika terjadi suatu hal, yang bertanggung jawab yakni yang bersangkutan. "Kami lakukan agar semuanya tahu bahwa hasil PPDB merupakan hasil sesungguhnya dan tidak ada permainan pihak mana pun," tutur pria yang akrab disapa Antok ini.

Warjini Kurniawan, admin PPDB kabupaten lainnya menambahkan, yang terpenting agar jalannya PPDB lancar adalah melakukan persiapan semaksimal mungkin. Seperti menyiapkan server yang digunakan dan cadangan untuk mengantisipasi jika server utama down. "Persiapan ini sudah kami lakukan sekitar tiga bulan lalu," imbuhnya.

Karena dilakukan secara online, server harus siap selama 24 jam nonstop. Mengingat ada beberapa siswa, karena berbagai alas an, melakukan pendaftaran pada malam hari. Selain itu, persiapan matang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengakses atau pendaftar pada jam tertentu. "Syukurlah sejauh ini pendaftaran berjalan lancar. Semoga saja ini bisa terus terjadi," jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia