alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Puluhan Calon Wali Murid SMP Bingung

Kurang Tepat Memilih Jalur Pendaftaran

24 Juni 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RANGKAIAN PPDB ONLINE: Salah satu petugas saat memperagakan cara mendaftar pada calon wali murid yang meminta bantuan terkait PPDB di SMPN 3 Trenggalek.

RANGKAIAN PPDB ONLINE: Salah satu petugas saat memperagakan cara mendaftar pada calon wali murid yang meminta bantuan terkait PPDB di SMPN 3 Trenggalek. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Sebagian orang tua masih merasa kebingungan dengan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis online. Setidaknya sekitar 50 calon wali murid SMP dinilai kurang tepat memilih jalur penerimaan di SMP Negeri 3 Trenggalek, kemarin (23/6). 

Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 3 Trenggalek, Deny Susanto menjelaskan, wali murid yang datang pada hari kedua kemarin berkurang jika dibandingkan hari pertama (Senin, 22/3, Red). Pada hari pertama, calon wali murid yang datang mencapai sekitar 90 orang, kini turun menjadi sekitar 50 orang.

Menurut dia, mayoritas calon wali murid datang bukan untuk komplain terkait sistem PPDB, melainkan meminta bantuan untuk mengunggah berkas-berkas. “Harusnya masuk jalur perpindahan tugas orang tua, tapi memilih jalur zonasi,” jelas Deny.

Deny melanjutkan, jalur zonasi hanya membuka peluang untuk pendaftar yang berada di sekitar SMP Negeri 3 Trenggalek. Namun ternyata, ditemui wali dari Probolinggo yang hendak mendaftarkan anaknya, tapi lewat jalur zonasi. Pihaknya pun mengarahkan orang tua calon murid  tersebut untuk memilih jalur perpindahan tugas orang tua. “Seperti aparatur sipil negara (ASN) yang pindah tugas di wilayah Trenggalek,” ucapnya. 

Selain itu, kata dia, calon wali murid kadang keliru saat mengunggah berkas-berkas online karena yang diunggah kurang jelas. Seperti saat mengunggah akta kelahiran, kartu keluarga (KK), atau surat keterangan domisili kurang dari setahun sesuai dengan aturan dinas pendidikan. “Akhirnya ya ditunda dulu, menunggu kebijakan kepala sekolah dan dinas, atau mungkin dialihkan jalur,” tegasnya. 

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Sunarya mengaku, kedatangan calon wali murid membawa berkas-berkas untuk minta bantuan menggungah itu disebabkan faktor kemampuan teknologi informasi (TI) mereka.

Sebagai antisipasinya, lanjut dia, ada operator yang sudah ditugaskan untuk membantu calon wali murid yang mengalami kendala saat menggunggah berkas. “Yang sudah bisa lancar, dari rumah sudah bisa daftar,” ujar Sunarya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia