alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Calon Siswa Sasar Sekolah Pinggiran

Pada PPDB Hari Kedua

24 Juni 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

LANCAR: Panitia PPDB SMPN 5 Tulungagung menunjukkan grafik pergerakan rangking siswa pada website PPDB Tulungagung.

LANCAR: Panitia PPDB SMPN 5 Tulungagung menunjukkan grafik pergerakan rangking siswa pada website PPDB Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Hari kedua pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat SMP untuk jalur zonasi, persebaran calon siswa mulai merata. Buktinya, calon siswa mulai melirik sekolah-sekolah pinggiran. Ini setelah ada pembagian wilayah di setiap zona untuk pemerataan penyerapan lulusan SD. Tak pelak, kondisi ini disambut gembira oleh sejumlah sekolah. Seperti yang terjadi di SMPN 5 Tulungagung kemarin (23/6).

Ketua Panitia PPDB SMPN 5 Tulungagung, Maryono mengatakan, pembagian wilayah zona tahun ini dinilai lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya. Sebab, tidak semua kecamatan memiliki lembaga SMP. Tak heran jika beberapa desa, khususnya di daerah irisan, kesulitan menjangkau SMP karena tidak termasuk dalam zona. “Alhamdulilah ada peningkatan pendaftar di hari kedua ini,” jelasnya.

Maryono melanjutkan, pembagian wilayah ini berimbas pada jumlah pendaftar yang juga meningkat. Dari 260 kursi yang disediakan untuk jalur zonasi, sekitar 88 persen telah terpenuhi pada pendaftaran hari kedua ini. Untuk itu, dia optimistis jika sekolahnya dapat memenuhi pagu pada seleksi PPDB kali ini.

Tak hanya itu, jumlah calon siswa yang memilih SMPN 5 Tulungagung sebagai pilihan pertama juga meningkat jika dibandingkan sebelumnya. Ini karena terdapat penyesuaian zona atau wilayah antarsekolah. “Tahun sebelumnya terdapat beberapa wilayah irisan seperti Kepuh yang tidak dapat mendaftar kemari. Sementara mereka mau daftar ke Boyolangu juga terlalu jauh dan kalah dengan yang lebih dekat,” terangnya.

Disinggung mengenai pemenuhan pagu, pria berkumis ini berharap agar sekolah-sekolah yang telah memenuhi pagu tidak menambah rombongan belajar (rombel). Sebab, masih banyak sekolah, khususnya di wilayah pinggiran, belum mampu memenuhi pagu. “Harapan kami ya tidak ada penggemukan rombel sehingga semua lembaga dapat menampung lulusan SD,” harapnya.

Sementara itu, dari data yang berhasil dihimpun Koran ini, dari 48 lembaga SMP di Tulungagung, baru delapan lembaga yang berhasil memenuhi pagu pada pendaftaran kedua jalur zonasi. Sementara 40 lainnya masih dalam proses perangkingan. Sesuai jadwal yang telah ditentukan, pendaftaran PPDB jalur zonasi akan berakhir hari ini. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi mengenai rencana perpanjangan pendaftaran PPDB jalur zonasi.

Sekadar informasi, jalur PPDB kali ini terbagi menjadi empat jalur. Yakni jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua/wali murid, dan prestasi. Untuk jenjang SMP, jalur zonasi memiliki kuota minimal 50 persen dari daya tampung sekolah; jalur afirmasi minimal 15 persen; jalur perpindahan orang tua/wali murid 5 persen; dan jalur prestasi sebanyak 30 persen. Karena jalur zonasi dilakukan dengan sistem daring atau online, calon siswa pun dapat mengikuti perkembangan peringkat dari website resmi PPDB Tulungagung. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia