alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Puluhan SMP Belum Penuhi Pagu

PPDB Online Akan Diperpanjang

25 Juni 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RESMI DITUTUP: Petugas menunjukkan salah satu peta lokasi calon siswa berdasarkan titik azimuth.

RESMI DITUTUP: Petugas menunjukkan salah satu peta lokasi calon siswa berdasarkan titik azimuth. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP resmi ditutup Rabu kemarin (24/6). Meski telah ditutup, tercatat puluhan sekolah belum mampu penuhi pagu yang disediakan. Dikutip dari halaman resmi PPDB online Kabupaten Tulungagung, dari 48 lembaga negeri, hanya 18 sekolah yang sudah terpenuhi pagunya. Artinya, masih ada sebanyak 30 lembaga yang kekurangan siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung Hariyo Dewanto Wicaksono mengatakan, puluhan lembaga yang belum terpenuhi pagunya ini merupakan sekolah yang berada di wilayah pinggiran. “Pendaftaran PPDB sudah ditutup hari ini (kemarin, Red) dan masih ada beberapa lembaga yang belum memenuhi pagu,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini melanjutkan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah lembaga yang belum terpenuhi pagunya relatif sama dari tahun ke tahun. Namun yang perlu diperhatikan, jumlah lulusan SD yang terserap meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, telah terjadi pemerataan pendidikan, baik dari sisi lembaga sekolah maupun jumlah lulusan SD. Tak hanya itu, pembagian zona atau wilayah dari setiap kecamatan sudah jauh lebih baik. “Kalau jumlah sekolah atau lembaganya relatif sama. Tapi jumlah pagu yang berhasil dipenuhi meningkat. Semisal sebelumnya hanya terpenuhi 100 dari 150 pagu, sekarang sudah 120,” urainya.

Menyikapi banyaknya sekolah yang belum memenuhi pagu, dispendikpora berencana akan melakukan PPDB tahap II. Namun, pendaftaran ini hanya difokuskan dan diperuntukkan pada sekolah yang masih kekurangan pagu. Dia berharap, penambahan waktu ini dapat dimanfaatkan sekolah maupun calon siswa untuk dapat memenuhi pagu sesuai dengan yang dibutuhkan.

Dia menguraikan, jika berkaca pada tahun sebelumnya, rata-rata sekolah yang belum memenuhi pagu merupakan sekolah pinggiran. Sementara itu, sekolah-sekolah yang sepi pendaftar biasanya baru mendapat siswa di masa perpanjangan pendaftaran. Untuk itu, calon siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan sebelumnya akan diarahkan pada sekolah yang masih kekurangan pagu. “Karena sudah tidak lagi berpacu pada zonasi, calon siswa dapat mendaftar ke sekolah yang jaraknya masih terjangkau meski berada di luar zona,” imbuhnya.

Rencananya perpanjangan pendaftaran akan dilakukan minggu depan atau sekitar akhir Juni mendatang. Ini karena menanti jumlah pasti hasil seleksi dari PPDB jalur zonasi yang akan diumumkan 27 Juni mendatang.

Sementara itu, disinggung mengenai calon siswa yang harus menjalani masa karantina di rusunawa, Yoyok mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung. Nantinya anak-anak yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum mendapat sekolah, akan diberi fasilitas untuk melakukan pendaftaran melalui jalur online. “Nanti akan kami data, ada berapa anak yang dikarantina itu yang akan masuk jenjang SD maupun SMP. Nanti akan kami ikutkan pada pendaftaran online. Kami juga harus koordinasi dengan gugus tugas untuk hal ini,” tandasnya. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia