alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Lab Mikrobiologi Klinik RSUD dr Iskak

Sehari Periksa 90 Spesimen, Selalu Temukan Kasus Terkonfirmasi Covid

26 Juni 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Para analis dan dokter yang bertugas di laboratorium mikrobiologi klinik RSUD dr Iskak.

Para analis dan dokter yang bertugas di laboratorium mikrobiologi klinik RSUD dr Iskak. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Memeriksa virus bukan hal asing bagi 11 petugas laboratorium mikrobiologi klinik RSUD dr Iskak Tulungagung. Di tengah pandemi Covid-19, peran mereka menjadi kunci dalam mengetahui perkembangan kasus Covid-19 di Tulungagung.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI, Kedungwaru, Radar Tulungagung

Beberapa petugas berseragam biru muda tampak sibuk di depan komputer sembari mencatat di sebuah buku. Sementara beberapa petugas berjas putih khas laboratorium tampak sibuk mengoperasikan mesin polymerase chain reaction (PCR) di dalam sebuah ruangan tertutup kaca transparan. Dua petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap di ruang lainnya tampak sibuk dengan beberapa peralatan di depannya. Begitulah gambaran sehari-hari laboratorium mikrobiologi klinik RSUD dr Iskak yang setiap hari sibuk memeriksa spesimen pasien Covid-19.

GARDA TERDEPAN: Salah satu analis ketika melakukan pemeriksaan spesimen di laboratorium

GARDA TERDEPAN: Salah satu analis ketika melakukan pemeriksaan spesimen di laboratorium (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Sejak mampu melakukan pemeriksaan PCR sendiri, ruangan yang dipenuhi dengan sekat-sekat kaca transparan tebal ini menjadi salah satu ruangan yang dianggap angker oleh sebagian orang. Bagaimana tidak, di ruangan inilah para analis melakukan pemeriksaan untuk mengetahui status sesorang apakah benar terpapar Covid-19 atau tidak. Tak heran jika ruangan ini menjadi tempat yang paling dihindari.

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinis RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Rendra Bramanthi, SpMK(K) mengatakan, dalam satu hari terdapat 90 spesimen yang harus diperiksa di laboratorium ini. Sebanyak 90 spesimen ini berasal dari para pasien dalam pengawasan (PDP), para pasien terkonfirmasi yang dikarantina di rusunawa dan asrama, maupun PDP kabupaten/kota lain. “Sehari kami mampu memeriksa sekitar 90 spesimen. Ini sudah termasuk untuk Tulungagung maupun wilayah yang menjadi jejaring RSUD dr Iskak,” jelasnya mengawali cerita.

Rendra melanjutkan, 90 spesimen yang diperiksa ini bermacam-macam. Mulai dari sampel baru hingga follow up. Sampel follow up merupakan sampel kedua atau ketiga dari pasien yang sebelumnya sudah terkonfirmasi Covid-19. Untuk dapat memeriksa 90 spesimen, petugas pun memerlukan waktu sekitar 4-5 jam untuk dapat menyelesaikan pemeriksaan.

Sebab, untuk dapat mengetahui hasil satu specimen, diperlukan setidaknya tiga hingga empat tahapan. Mulai dari sampel diterima, selanjutnya sampel akan dibuka untuk dikeluarkan virusnya. “Ketika mengeluarkan virus inilah yang menjadi tantangan. Bisa dibilang sangat berisiko. Setiap hari kami secara bergantian mengerjakan 90 spesimen ini dari pagi sampai selesai,” urainya.

Tak hanya lamanya proses pemeriksaan, Rendra mengatakan, dari 90 spesimen yang diambil, tidak semuanya dalam kondisi baik. Tak jarang kondisi ini membuat petugas harus melakukan pemeriksaan ulang untuk mendapat hasil yang akurat. Di satu sisi petugas juga dituntut untuk bergerak cepat untuk segera melaporkan hasil kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten. “Ya berpacu dengan tantangan di lab, ya berpacu dengan waktu juga. Macam-macam lah untuk kendalanya. Tapi semua itu tetap harus kami lakukan secara profesional,” urainya.

Disinggung mengenai hasil akhir, pria berkacamata ini tak menampik, dalam sehari dapat dipastikan dia dan petugas lainnya selalu menemukan spesimen yang positif Covid-19. Baik itu spesimen baru maupun lama. Tak heran jika kondisi ini membuat angka kasus Covid-19 di Tulungagung melonjak tajam. Namun, tingginya angka kasus, menjadi angin segar. Sebab dengan cepat diketahuinya kondisi pasien yang terkonfirmasi, petugas pun dapat segera melakukan penanganan agar tidak terjadi penularan. “Dalam sehari pasti ada yang hasilnya positif, jumlahnya berapa itu yang bervariasi. Kadang puluhan, kadang juga hanya tujuh. Macam-macam karena kondisi setiap hari berbeda,” imbuhnya.

Tak kalah penting, dia pun mengimbau agar masyarakat Tulungagung tetap mematuhi protokol Covid-19. Sebab, penularan Covid-19 dipastikan masih terus terjadi. “Yang terpenting itu adalah tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena biar bagaimana pun, virus ini sesuatu yang kecil dan bisa menempel di mana-mana. Sehingga penularannya dipastikan dapat terus terjadi,” imbaunya. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia