alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Yudha Hadi, Raup Rupiah melalui Sepatu Lukis

Lebih Bernilai Seni dan Fashionable

30 Juni 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Siti Nurul lailil M/ratu

Siti Nurul lailil M/ratu (Siti Nurul lailil M/ratu)

Pandemi Covid-19 tak melulu beri dampak negatif. Itu dibuktikan oleh Yudha Baskoro Hadi. Di tengah pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak massa, hingga ditundanya masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari program kuliah, membuat Yudha punya kesibukan baru yang lebih produktif. Yakni, menyulap sepatu lebih bernilai seni dengan bakat lukisnya. Bahkan kreasinya, juga dapat menambah nilai fashion tersendiri bagi muda mudi yang ingin tampil beda.

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH

BOYOLANGU, RADAR TULUNGAGUNG

Siang (29/6) kemarin, cuaca cukup cerah dan sejuk di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu ini. Membuat siapapun nyaman beraktivitas di luar maupun di dalam rumah. Tidak terkecuali, Yudha Baskoro Hadi. Pria berusia 20 tahun ini tengah sibuk beraktivitas di ruang khusus bengkel lukisnya di alamat rumah Dusun Krajan RT 03 RW 03.

Tampak dia sibuk dengan kuas dan beberapa cat warna yang ada di depannya. Kemudian, perlahan tapi pasti kuas tersebut digoreskan di atas media sepatu yang sebelumnya telah dipola atau dimal.

"Sengaja dimal dulu, untuk menentukan skala gambar sebelum dilukis pakai cat," ucap Yudha-sapaan akrab Yudha Baskoro Hadi memulai obrolan.

Sembari melukis, Yudha mengatakan, sengaja memilih media sepatu sebagai media lukis, karena ingin karya lukisan tangannya bisa dinikmati oleh siapapun yang melihatnya. Selain itu, menurut mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini, dengan sentuhan seni, tentu akan menambah nilai plus pada fashion itu.

"Banyak peminatnya. Biasanya peminatnya itu ingin tampil beda, atau mungkin ingin custom sepatu karena bosen dengan model sepatu lamanya," terangnya.

Usaha kreatifnya ini, kata Yudha, masih terbilang baru. Yakni, berjalan dua bulan. Saat itu, ide muncul, ketika Yudha kembali pulang ke Tulungagung. Itu karena, ada penundaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari program kuliahnya akibat Covid-19. Lantas, karena tidak ada kesibukan, membuatnya coba iseng melukis sepatu pribadinya.

"Nah, sepatu yang baru saya lukis itu kemudian saya unggah ke Instagram. Ternyata direspon positif. Dan banyak yang pesan," tuturnya.

Soal gambar lukisan, rerata merupakan custom dari pemesan. Seperti karakter kartun, logo, panorama dan lainnya. Sedangkan pengerjaannya, kata pria yang hobi menggambar sejak TK, ini membutuhkan waktu tiga sampai empat hari tergantung model gambar yang dilukis. Lamanya pengerjaan, lantaran cat akrilik yang dipilih untuk melukis di media sepatu membutuhkan waktu kering cukup lama.

"Saya pake akrilik. Karena lebih awet dan tidak pecah ketika sudah di aplikasikan ke sepatu," katanya.

Jasa lukis yang ditawarkannya cukup ramah di kantong. Untuk jasa lukis sepatu custom ini dibandrol mulai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Disinggung kesulitan melukis di media Sepatu ? Yudha mengaku tak mengalami kesulitan berarti. Hanya saja, mood seringkali jadi kendala. Jika mood sedang buruk, Yudha lebih memilih tidak mengerjakannya. Karena, jika dipaksakan, hasilnya tidak maksimal.

"Saya juga siap menyediakan sepatu sesuai pesanan. Sesuai harga di pasaran," tegasnya.

Untuk perawatannya, kata Yudha cukup mudah. Yakni, jangan merendam sepatu tersebut terlalu lama. Selain itu untuk tidak menyikat bagian lukisan, meskipun cat akrilik yang dipilihnya dijamin lebih awet daripada cat untuk kain lainnya.

"Menjemurnya juga jangan langsung di bawah matahari," tipsnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia