alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Telur dan Ayam Masih Mahal

30 Juni 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MELAYANI KONSUMEN: Seorang konsumen sedang tawar menawar dengan penjual di Pasar Subuh beberapa waktu lalu. 

MELAYANI KONSUMEN: Seorang konsumen sedang tawar menawar dengan penjual di Pasar Subuh beberapa waktu lalu.  (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek menyebut di tengah wacana new normal, harga bumbu-bumbu dapur cenderung stabil. Namun untuk bahan-bahan pokok disinyalir masih terjadi lonjakan harga. Sampai kemarin harga telur dan ayam yang masih melambung.

Kasi Perdagangan Diskomidag Trenggalek Siti Irul Bariyah. menjelaskan komoditas bahan-bahan pokok yang terjadi lonjakan itu adalah telur dan ayam pedaging. Dalam kondisi normal, seharusnya harga telur berkisar Rp 17 ribu per Kilogram (Kg). Sementara untuk komoditas ayam sekitar Rp 28 - 30 ribu/kg. “Untuk saat ini harga telur dan ayam bisa dibilang masih mahal,” kata dia.

Siti melanjutkan, khususnya di Pasar Subuh kemarin (29/6), harga telur ayam ras/petelur mencapai Rp 24 ribu/kg. Sementara untuk ayam broiler mencapai Rp 33 ribu. Sedangkan di pasar Basah, kata dia, harga telur ayam mencapai Rp 25 ribu. Dan ayam broiler sekitar Rp 35 ribu. “Jadi harga telur masih sekitar Rp 23 ribu - 24 ribu/kg dan ayam broiler kisaran 32 ribu - 35 ribu/kg,” ungkapnya. 

Di sisi lain, harga untuk komoditas cabai masih relatif stabil. Menurut dia, di pasar Subuh, harga cabai jenis keriting berkisar Rp 14 ribu/kg, biasa Rp 18 ribu, rawit Rp 15 ribu. Sedangkan di Pasar Basah, harga cabai jenis keriting berkisar Rp 17 ribu/kg, biasa Rp 18 ribu, dan rawit Rp 14 ribu. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia