alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Wisuda Drive Thru MI Plus Walisongo

30 Juni 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DIWISUDA: Salah satu siswa dipindah kucir oleh Kepala MI PLus Walisongo Trenggalek Katwanto, S.Ag.

DIWISUDA: Salah satu siswa dipindah kucir oleh Kepala MI PLus Walisongo Trenggalek Katwanto, S.Ag. (FOTO-FOTO: TITIN RATNA RAHAYU/RADARTRENGGALEK DAN MI PLUS WALISONGO FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA – Radar Trenggalek – Seperti para siswa kelas VI sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) seluruh tanah air, siswa – siswi MI Plus Walisongo Kabupaten Trenggalek juga tidak bisa merayakan kelulusan sebagai mana dirasakan kakak kelas mereka di tahun sebelumnya. Dampak dari Pandemi Covid – 19, juga tidak diperbolehkan gelaran acara yang mengundang massa untuk menandai kelulusan. Menyesuaikan protokol kesehatan, dipilihkan wisuda drive thru yang digelar pada Minggu (28/6) kemarin.

Wisuda Purnawisayata ke –XV inipun berlangsung singkat dan sederhana. Siswa bersama orang tua menaiki motor menuju ke gerbang sekolah. Anak menerima surat tanda kelulusan (SKL) kemudian dipindah kucir oleh Kepala MI Plus Walisongo Katwanto, SAg. Usai berfoto, siswa langsung kembali naik motor bersama orang tua meninggalkan sekolah.

“Kami sangat besyukur dan berterima kasih kepada paguyuban kelas 6 yang sudah berusaha maksimal untuk mengadakan Wisuda Purnawiyata ke-XV ini dengan sistem  drive thru yang pelaksanaanya sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan dilaksanakannya wisuda ala drive thru ini kami berharap angkatan tahun 2020 ini akan tetap semangat untuk menjadi yang terbaik, sebagai angkatan emas Indonesia,” ucap Katwanto.

Siswa saat menerima surat keterangan lulus (SKL) dari Koordinator Humas Walisongo Markawit, M.Pd.I.

Siswa saat menerima surat keterangan lulus (SKL) dari Koordinator Humas Walisongo Markawit, M.Pd.I. (FOTO-FOTO: TITIN RATNA RAHAYU/RADARTRENGGALEK DAN MI PLUS WALISONGO FOR RADAR TRENGGALEK)

Dikatakan sebagai angkatan emas Indonesia, lanjut Katwanto, karena angkatan tahun 2020 sebagai awal dimulainya perubahan sistem pendidikan di Indonesia, dihapusnya ujian nasional, dilaksanakanya pembelajaran daring atau tanpa tatap muka dan lain sebagainya. Tahan banting karena banyak tantangan dan banyak  hal tidak bisa dilaksanakan, harus diam dirumah, diliputi rasa bosan, banyak hal yang harus ditata ulang dan lain sebagainya.

“Sudah 6 tahun kita bersama-sama menuntut ilmu di MI Plus Walisongo Trenggalek ini, tentunya banyak hal yang tidak bisa kita lupakan tetapi sudah menjadi sunatullah bahwa ada pertemuan pasti ada perpisahan, semoga perpisahan disini bukan berarti pisah selama-lamanya, persahabatan, silaturohmi dan persaudaraan tetap kita jalin dan lanjutkan,” lanjut Katwanto.

Disampaikan juga bahwa dimasa wabah covid-19 keluarga besar MI Plus Walisongo Trenggalek sudah melaksanakan beberapa agenda kegiatan, diantaranya penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan dimulainya rehab gedung MI Plus Walisongo yang kondisinya sudah rapuh dan membahayakan siswa. “Untuk PPDB tapel 2020/2021 ini alhamdulillah animo masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di MI Plus Walisongo Trenggalek ini terus meningkat dilihat dari pendaftar yang jauh melampaui kapasitas yang bisa kami tampung sehingga harus diadakan seleksi,” jelas Katwanto.

Dan untuk memenuhi sarana atau rombongan belajar, komite madrasah harus menyiapkan dan menambah ruang yang ada. Bersama Ketua Komite Madrasah dr. H. Mokh. Rofiq Hindiono, M.MRS beserta anggota yang didukung oleh Ketua yayasan Drs. H. Zainal Fanani beserta anggota bersama madrasah berusaha maksimal untuk  memenuhi kekurangan ruang yang ada.

Kini sedang berlangsung rehab bangunan lama menjadi 10 ruang baru sekaligus, bawah 5 ruang dan atas 5 ruang. “Untuk itu kami mohon do’a restu semua elemen masyarakat mudah-mudahan rehab gedung MI Plus Walisongo bisa berjalan lancar, selamat, berkah dan selesai sesuai target,” pungkas Katwanto.

Dalam perkembanganya mulai berdirinya MI Plus Walisongo Trenggalek tahun 2000 sampai saat ini jumlah siswa yang bisa kami tampung mulai kelas 1 sampai kelas 6  berjumlah 712 siswa yang terbagi menjadi 24 rombongan belajar.

Ditambahkan koordinator bidang humas MI Plus Walisongo Markawit, M.Pd.I, bahwa acara semacam wisuda drive thru  diharapkan juga dapat menginspirasi publik untuk senantiasa bijak dan cerdas dalam menyikapi dilematika hidup di kala pandemi. Di satu sisi tetap dituntut adanya aktifitas yang produktif, namun di sisi lain harus mengantisipasi potensi dan risiko akibat terpapar covid-19.

“Nah, maka dari itu dalam konteks pendidikan, wisuda drive thru itulah jawabannya. Namun demikian, meskipun wisuda drive thru ini bisa dibilang keren dan kekinian, namun tentunya kita berharap ke depan even serupa tidak dihadapkan pada dilema pandemic, sehingga konsep kegiatan bisa lebih lengkap dan khidmat. Semoga pandemi cepat berakhir," tambah Markawit. (*)

(rt/dre/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia