alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Dua Puskesmas Tetap Buka

GTPP Tak Akan Menutup, meski Nakes Positif

30 Juni 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Tulungagung – Usai ditemukan belasan tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi terinfeksi SARS-Cov-2, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, memastikan tidak akan melakukan penutupan atau penghentian sementara layanan Kesehatan di puskesmas B dan J.

 Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rohmad mengatakan, penutupan layanan tidak akan dilakukan karena proses tracing dan sterilisasi telah dilakukan oleh petugas. “Kami merasa langkah itu tidak perlu. Jadi layanan Kesehatan di dua puskesmas tersebut tetap berjalan seperti biasa,”jelasnya dalam press conference.

Kasil melanjutkan, hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang lebih cepat diketahui, memudahkan petugas untuk melakukan tracing. Sehingga proses tracing dapat dilakukan dengan cepat. “Semua nakes dan karyawan di dua puskesmas tersebut sudah kami lakukan pemeriksaan swab. Hasilnya kami menemukan 11 yang positif dan lainnya negatif,”ungkapnya.

Tak hanya itu, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Tulungagung ini mengungkapkan, alasan lain kenapa tidak adanya kebijakan penutupan layanan, karena nakes yang telah terkonfirmasi juga sudah menjalani karantina sesuai dengan protokol covid-19. Ia tidak menampik kasus nakes puskesmas terkonfirmasi covid-19 bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, dua nakes dari Puskesmas Simo juga sempat terkonfirmasi terinfeksi SARS-Cov-2.

“Saat itu harus kami tutup sementara, karena untuk menunggu hasil swab keluar butuh waktu. Karena Tulungagung belum dapat memeriksa PCR saat itu. Jadi kami lakukan penutupan layanan. Sementara untuk puskesmas B dan J ini hasilnya sudah diketahui segera, sehingga perlakukan penyelesaian kasusnya berbeda,”urainya.

Dari data internal yang berhasil dihimpun koran ini, kasus klaster nakes B pertama kali ditemukan pada 13 Juni lalu. Saat itu petugas berhasil menemukan empat nama yang terkonfirmasi covid-19. Selanjutnya, tanggal 16 Juni petugas kembali menemukan satu nama yang juga terkonfirmasi covid-19. Hingga saat ini petugas masih terus melakukan tracing untuk menemukan sumber penularan (zero point) kasus terkonfirmasi dari klaster nakes B.

Sementara untuk klaster nakes J, petugas pertama kali menemukan kasus covid-19 pada 19 Juni lalu. Saat itu petugas menemukan empat nama yang terkonfirmasi terinfeksi covid-19. Keempat orang yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) ini terkonfirmasi tertular dari pasien berinisial IND, yang sudah terlebih dahulu dinyatakan positif covid-19. Selanjutnya pengembangan tracing terus dilakukan, dan petugas menemukan satu kasus level dua dari nakes J pada 24 Juni, dan 1 kasus primer dan kasus level 2 nakes J pada 25 Juni.

Sementara untuk zero point penularan, dugaan sementara nakes-nakes ini tertular dari lingkungan sosial yang ada di luar puskesmas.  Sehingga, hingga saat ini tercatat 11 nakes yang terkonfirmasi covid-19. Enam orang merupakan kasus primer dari klaster nakes J dan lima orang merupakan kasus primer dari klaster nakes B.

 Sementara untuk pengembangan kasus level dua, tercatat tiga nama yang terkonfirmasi tertular dari klaster nakes J. Untuk prosentase kesembuhan, klaster nakes J dari sembilan orang yang terkonfirmasi, sebanyak lima orang dinyatakan sembuh, sehingga prosentase 55 persen. Sementara klaster nakes B sebanyak lima orang belum ada yang terkonfirmasi sembuh. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia