alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Cegah Korona di Pasar, Gunakan APD

30 Juni 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Cegah Korona di Pasar, Gunakan APD

KOTA, Radar Tulungagung - Memasuki transisi new normal, pedagang yang berjualan di pasar Tulungagung tetap harus menerapkan protokol kesehatan serta tetap menekankan cara berjualan yang sehat. Seperti menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan transaksi jual-beli dengan konsumen. Hal ini untuk menghindari penyebaran coronavirus disease (Covid-19).

Anggota Tim Keamanan Pangan Daerah (TKPD) Kabupaten Tulungagung Masduki mengatakan, pasar merupakan salah satu sarana publik yang masih tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19 guna menyediakan kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat. Namun, pedagang harus tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19 di Tulungagung, tidak ada satu pun pasar yang ditutup. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Masduki menjelaskan, untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19, setidaknya pedagang harus sehat atau bisa dibuktikan dengan surat keterangan sehat serta memiliki suhu tubuh yang normal, yakni di bawah 37,5 derajat. Selain itu, pedagang harus menggunakan APD yang sesuai seperti masker, sarung tangan, celemek, fice shield, dan alas kaki tertutup. “APD tersebut mau tidak mau harus digunakan karena kita tidak tahu siapa yang membawa virus dan siapa yang tidak,” jelasnya.

Pedagang juga harus memperhatikan jarak antara pedagang lain, setidaknya sekitar 1-1,5 meter. Hal ini untuk menghindari kontak langsung dengan setiap konsumen serta meminimalisasi terjadinya antrean yang dapat membuat kerumunan. Lakukan penyemprotan menggunakan disinfektan secara berkala setiap atau sebelum berjualan. “Jangan lupa cuci tangan dengan sabun sebelum bertransaksi dengan konsumen,” ujar Masduki.

Pria ramah itu menambahkan, adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga perilaku hidup sehat dan bersih merupakan hal terpenting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Bagi masyarakat yang baru saja membeli pangan di pasar, wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan. “Gunakan air dan bahan baku yang aman. Misalnya air jernih yang tidak berbau dan tidak berasa untuk mencuci sayuran sebelum diolah,” tambahnya.

Pisahkan pangan mentah seperti daging dengan sayuran. Dengan tujuan, menghindari kontaminasi terhadap pangan tersebut. Pastikan masak dengan suhu yang sesuai, yakni minimal 70 derajat Celsius. Simpan pangan pada suhu yang aman, bisa dengan menggunakan lemari pendingin. “Jadi baik di pasar ketika membeli dan di rumah ketika mengolah, kita harus benar-benar menjaga dari penyebaran Covid-19,” pungkas pria berkumis itu. (ham/ed/ris)

(rt/dre/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia