alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

MENJADI PESERTA JKN-KIS SEPERTI MENANAM SEBUAH KEBAIKAN

30 Juni 2020, 09: 50: 00 WIB | editor : Retta wulansari

MENJADI PESERTA JKN-KIS SEPERTI MENANAM SEBUAH KEBAIKAN

Di tahun ke-7 penyelenggaraannya, Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak memberikan manfaat jaminan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya M. Riza Pramono (35) yang telah merasakan manfaat JKN-KIS. Pria peserta asal Desa Botoran Barat Kabupaten Tulungagung  mengaku, adanya Program JKN-KIS sangat membantu, terutama secara finansial.

“Ada JKN itu sangat membantu, karena gak bias dipungkiri, gak mungkin orang itu sehat terus, kan kita gak tau kapan sakit, dan gak tau berapa besar biayanya. Tetapi engan adanya JKN dimudahkan banget, meringankan biaya berobat, seperti saat istri saya melahirkan sesar,” ucapnya.

Saat itu, ada penyulit karena kondisi tubuh sang istri yang tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, sehingga dokter merujuk ke rumah sakit untuk dilakukan operasi sesar. Riza merasa lega karena rumah sakit memberikan pelayanan yang baik, serta memudahkan selama proses administrasi penjaminan pelayanan kesehatannya.

“Membuat saya lega. Sebenarnya pas mau melahirkan jadi pertimbangan juga mau melahirkan dimana, dan pastinya di rumah sakit yang sudah kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sebelumnya saya juga sudah Tanya ke BPJS Kesehatan bagaimana prosedurnya untuk ibu melahirkan, sekaligus diberi penjelasan untuk mendaftarkan bayi baru lahir,” terangnya.

Tidak hanya itu, manfaat JKN-KIS juga pernah dirasakan oleh orang tua Riza yang memiliki penyakit stroke. Riza mengaku biaya yang dikeluarkan saat rawat inap tidak sebanding apabila tidak menggunakan JKN-KIS.

“Orang tua juga pernah menggunakan (JKN-KIS, -red), orang tuakan punya sakit stroke, biayanya gak sedikit, obatnya setetes saja sekitar Rp 1 juta, sebulan berapa, itu sudah sangat membantu menurut saya. Waktu rawatinap juga biayanya terbantu, missal harusnya kenaRp 35 juta, kami Cuma bayar Rp 17 juta sekian, itupun karena naik kelas. Tentu sangat membantu sekali, fasilitasnya juga bagus. Pengalaman sakit yang lain, hanya sakit yang ringan, kami hanya ke faskes pertama saja. Alhamdulillah selalu dilayani dengan baik, gak pernah merasakan dibedakan dengan peserta JKN lain maupun yang umum,” ujar Riza.

Oleh karena pengalamannya itu, Riza tidak merasa rugi terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Menurutnya, menjadi peserta JKN-KIS seperti menanam sebuah kebaikan.

“Gak  ada ruginya daftar JKN, karena kita gak  tahu namanya manusia itu gak mungkin sehat terus. Sakitpun mungkin gak parah, tetapi gak tahukan kedepannya seperti apa. Ya Alhamdulillah kalau gak  pernah sakit, gak ada salahnyakan membantu yang sakit, membantukan baik, pastikan imbasnya pasti akan baik juga buat kita. Walaupun kita dalam kondisi kekurangan, membantu orang gak pernah ada ruginya. Jadi, gak ada salahnya tetap ikut JKN, tetapi jangan Cuma dimanfaatkan saat tertentu seperti misalnya untuk melahirkan, terus selanjutnya gak mau bayar iurannya. Mending daftar di kelas yang paling rendah atau daftar sebagai peserta penerima bantuan iuran kalau memang gak mampu. Menurut saya, gak seburuk itulah kondisinya, hanyaRp 25.500,-kelas terendah, per hari menabung Rp 5.000,- per hari per orang untuk satu bulan, gak mungkin kalau sampai gak bias bayar iuran,” pungkasnya.

Riza berharap BPJS Kesehatan melakukan pendekatan dan sosialisasi terus menerus tentang Program JKN-KIS kepada masyarakat, supaya masyarakat lebih paham tentang program Pemerintah ini. Riza juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah dengan adanya Program JKN-KIS, karena banyak membantu. (ar/ck)

(rt/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia