alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Check Point Lebih Baik Dilanjutkan

03 Juli 2020, 09: 09: 49 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DETEKSI DINI: Petugas ketika menempelkan stiker pada kendaraan setelah melakukan pemeriksaan di check point Tugu.

DETEKSI DINI: Petugas ketika menempelkan stiker pada kendaraan setelah melakukan pemeriksaan di check point Tugu. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Pemkab Trenggalek tampaknya harus menganggarkan kembali dana penanganan Covid-19, khususnya untuk check point. Meskipun, anggaran sebelumnya cukup besar, sekitar Rp 1,6 miliar tiap bulan. Pasalnya, keberadaan check point sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus korona.

Hal ini disampaikan anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Deni Wicaksono. Dia mengatakan, Komisi E terus melakukan monitoring terkait penanganan yang dilakukan oleh pemkab/pemkot yang ada di Jatim. Ini perlu dilakukan untuk meminimalisasi penularan ketika aktivitas new normal mulai diberlakukan.

“Kami berharap, jangan sampai ketika new normal nanti diterapkan, menjadi masalah baru dan penyebab penularan Covid-19 yang lebih banyak,” katanya ketika melakukan kunjungan di Pendapa Manggala Praja Nugraha, kemarin (2/7).

Dia melanjutkan, terkait wacana yang dilontarkan beberapa pihak yang ingin menghilangkan check point, tampaknya perlu dipertimbangkan lagi oleh Pemkab Trenggalek. Sebab berdasarkan penjelasan yang dilakukan pemkab, sejauh ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ada di Trenggalek bukan berasal dari Trenggalek. Melainkan masyarakat Trenggalek yang tertular setelah bepergian keluar daerah. “Jadi dengan alasan itu, mengontrol siapa pun masyarakat yang masuk ke Trenggalek menjadi salah satu cara yang tepat untuk mencegah penularannya,” ungkapnya.

Selama Covid-19 masih ada di Trenggalek, check point tersebut harus dipertahankan. Karena keberadaanya menjadi filter awal dalam mencegah masuknya virus tersebut ke Trenggalek. Buktinya, masyarakat dari luar daerah yang akan masuk ke Trenggalek terlebih dahulu harus melewati check point tersebut. Setelah sampai, mereka tanpa kecuali dilakukan penyemprotan disinfektan. Juga pemeriksaan awal seperti suhu serta didata asal dan tujuannya. Sehingga jika nantinya ada masyarakat yang dicurigai atau berasal dari daerah zona merah, maka petugas kesehatan di sekitar tempat yang dituju mudah melakukan pemeriksaan.

Sejauh ini Komisi E mengapresiasi penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemkab. Sebab, sejauh ini kebanyakan penularannya terjadi karena klaster luar daerah, kasusnya relatif sedikit, banyak yang sembuh, dan belum ada yang meninggal. ”Kami sudah merasakan sendiri setibanya di Trenggalek dan melalui pengecekan di check point. Sehingga diharapkan pos itu (check point, Red) akan terus ada,” jelas anggota DPRD dari dapil IX Jatim; yaitu Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek tersebut. (jaz/ed/tin)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia