alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Dana Segar, Bukan Baju Jadi

• Format Baru Seragam Gratis

03 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis (SUMBER : DISPENDIKPORA KABUPATEN TULUNGAGUNG)

KOTA, Radar Tulungagung – Program pemberian seragam gratis pada siswa baru kelas I dan VII tahun ini bakal berbeda dari sebelumnya. Ini setelah Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung mengambil kebijakan tidak semua siswa baru akan mendapat seragam gratis. Namun, seragam gratis hanya difokuskan pada siswa yang kurang mampu. Ini karena agar program yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun ini lebih tepat sasaran.

Plt Kepala Dispendikpora Kabupaten Tulungagung Hariyo Dewanto Wicaksono mengatakan, nantinya program seragam gratis ini diberikan kepada siswa yang masuk melalui jalur afirmasi dan sebagian siswa yang masuk melalui jalur zonasi. “Tapi yang jalur zonasi ini tidak semua. Hanya mereka yang memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dapat,” jelasnya.

Selain hanya difokuskan pada siswa dari keluarga tidak mampu, nantinya program ini diberikan bukan berupa seragam dan atribut sekolah, melainkan bantuan dana. Pemerintah akan bekerja sama dengan pihak bank untuk menyalurkan dana dan bekerja sama dengan toko seragam maupun koperasi sekolah untuk pembelian seragam. Sehingga siswa usai menerima dana dapat langsung membeli seragam dan atribut sekolah di toko seragam maupun koperasi yang sudah ditunjuk dispendikpora.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini mengatakan, kebijakan ini dinilai lebih efektif jika dibandingkan dengan sebelumnya. Terlebih ketika pandemi seperti sekarang. Sebab jika ada siswa kurang mampu yang memutuskan tidak membeli seragam karena masih dapat menggunakan milik saudaranya, dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain. “Semisal dia memutuskan tidak membeli sepatu karena masih bisa pakai punya kakaknya. Ya tidak masalah, uangnya bisa untuk keperluan sekolah lainnya,” ujarnya.

Pria ramah ini tidak menampik jika program seragam gratis tahun lalu dinilai kurang efektif. Sebab, harus melalui proses lelang. Ini tentu memakan waktu yang tidak hanya sebentar sehingga siswa dapat menggunakan seragam baru sekitar bulan Desember. Padahal tahun ajaran telah dimulai bulan Juli. “Karena proses pengadaannya panjang, harus melalui lelang, pengukuran, produksi dan sebagainya. Tidak akan bisa tepat waktu,” imbuhnya.

Disinggung mengenai besaran dana yang dibutuhkan, dia mengatakan, untuk keperluan seragam gratis setidaknya memerlukan Rp 22 miliar. Jumlah ini hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya belum dapat memberikan secara rinci nominal dana yang akan diterima oleh setiap siswa. “Untuk rincian masih akan kami koordinasikan dulu,” tandasnya. (nda/ed/rka)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia