alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Pengurus PDIP Kota Blitar Unjuk Rasa

03 Juli 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DESAK POLISI: Pengurus PDIP Kota Blitar berunjuk rasa di depan Mapolres Blitar Kota kemarin (2/7).

DESAK POLISI: Pengurus PDIP Kota Blitar berunjuk rasa di depan Mapolres Blitar Kota kemarin (2/7). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Ratusan anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Blitar menggelar aksi damai di depan Mapolres Blitar Kota, kemarin (2/7). Mereka memprotes tindakan pembakaran bendera PDIP yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab beberapa waktu lalu.

Para anggota partai berlambang banteng moncong putih itu mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi pembakaran bendera yang meresahkan warga PDIP dan warga Indonesia pada umumnya. "Kami di sini menyampaikan aspirasi teman-teman PDI Perjuangan di Kota Blitar atas kejadian pembakaran bendera PDIP pada 24 Juni lalu," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar dr Syahrul Alim yang memimpin aksi.

Pria yang juga Ketua DPRD Kota Blitar itu mendesak kepolisian mengusut insiden pembakaran bendera yang merugikan nama baik partainya itu. Dia mendorong polisi agar segera meringkus pelaku pembakaran tersebut. "Sekaligus aktor intelektual dibalik aksi pembakaran bendera itu," lanjutnya.

 Aksi damai kemarin diikuti sedikitnya 150 orang. Mereka terdiri dari pengurus DPC, perwakilan ranting dan anak cabang hingga anggota satgas. Mereka bergerak dari kantor DPC yang berada di Jalan Dr. Wahidin menuju Polres Blitar Kota.

Tiba di polres sekitar pukul 09.00, massa langsung menggelar orasi di depan pintu gerbang mapolres. Sebagian massa tampak membawa bendera merah putih dan bendera partai. Lalu beberapa orang membawa spanduk bertuliskan kalimat protes dan desakan. "Satu Bendera dibakar, Sejuta Berkibar". Usut Tuntas dan Adili Pelaku dan Aktor Intelektual Pembakaran Bendera PDI Perjuangan".

Menurut Syahrul, pembakaran bendera partai itu merupakan bentuk provokasi untuk memecah belah bangsa. Kendati demikian, pihaknya tidak ingin ikut terprovokasi atas tindakan tersebut. "Kami pun juga tidak menghendaki pihak kami memprovokasi yang lain," jelasnya.

Usai menggelar orasi di depan mapolres, perwakilan massa langsung diminta masuk ke ruang rupatama. Kedatangan massa itu diterima oleh Wakapolres Blitar Kota Kompol Nurhalim. Massa lalu berdiskusi selama kurang lebih 30 menit.

Wakapolres Blitar Kompol Nurhalim mengatakan, akan menindaklanjutin surat aspirasi dari pengurus PDIP di Kota Blitar. Dia akan melaporkan hal tersebut ke pimpinan untuk langkah lebih lanjut. "Kami akan laporkan dulu ke Kapolres hingga nanti Kapolda. Kami tunggu petunjuk dulu," jelasnya. (sub/din)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia