alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Jalur Pansela Kembali Dilanjutkan

Dipastikan Tulungagung-Trenggalek Terhubung

03 Juli 2020, 16: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BELUM TERSAMBUNG : Seorang warga setempat yang membawa pisang hutan jalur pansela di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki. Kini jalur ini terus dikebut pengerjaannya.

BELUM TERSAMBUNG : Seorang warga setempat yang membawa pisang hutan jalur pansela di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki. Kini jalur ini terus dikebut pengerjaannya. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Pembangunan proyek nasional jalur pantai selatan (pansela) atau dikenal jalur lintas selatan (JLS) di Tulungagung kembali dilanjutkan. Kali ini pembangunan tengah berjalan menyelesaikan sisa 4,6 kilometer (km) hingga batas Trenggalek. Sedangkan sisi timur, tengah mengerjakan timur Desa Besole hingga ke arah Pantai Brumbun sejauh 2,8 km.

Hal itu diungkapkan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo. Dia menjelaskan, pembangunan proyek JLS ini memang sempat terhenti. Itu karena ada perubahan trase jalan dari peta satelit Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Karena perubahan trase itu berada di lahan milik Perhutani, maka prosesnya juga harus minta izin dulu dengan Perhutani," katanya.

Pihak Perhutani sempat meminta menghentikan proyek sembari penentuan trase tersebut. Namun setelah diadakan pertemuan dengan Perhutani, disepakati pembangunan boleh dilanjutkan. Terlebih pertimbangannya yakni jalur pansela ini merupakan proyek nasional dan memiliki dampak besar terhadap masyarakat Tulungagung. Dari kesepakatan itu, maka pembangunan pansela ini dilanjutkan mulai April lalu.

"Kami juga bertugas untuk membantu kelancaran dan percepatan pembangunan proyek nasional itu," tegasnya.

Maryoto merinci, pencapaian pembangunan jalur pansela di Tulungagung sudah sejauh 23,4 km dari target panjang menghubungkan Tulungagung-Blitar dan Tulungagung-Trenggalek sejauh 54,6 km. Sedangkan saat ini dalam proses pengerjaan untuk di sisi barat, dimulai dari Pantai Klatak hingga perbatasan Trenggalek sepanjang 4,6 km dengan perubahan trase sejauh 2,5 km. Sedangkan sisi timur Besole-Pantai Brumbun sepanjang 2,8 km dengan perubahan trase sejauh 0,86 km.

"Ditargetkan jalur pansela Tulungagung ke Trenggalek selesai tahun ini," tegasnya.

Pria nomor satu di lingkup Pemkab Tulungagung ini menjelaskan, jalur pansela ini tentu akan berdampak signifikan terhadap roda ekonomi masyarakat. Apalagi dengan pansela ini, maka potensi pariwisata yang ada di Tulungagung akan bertambah banyak. Itu karena sejumlah pantai yang awalnya terisolasi, kini terbuka aksesnya karena ada jalur pansela ini.

"Tentu adanya jalur Pansela ini akan memicu gairah wisata di kawasan selatan. Kami akan menambahkan fasilitas pendukung. Seperti rest area," tegasnya.

Dalam proyek nasional ini, bukan berarti Pemkab Tulungagung hanya berdiam diri dan sekadar memantau pembangunan tersebut. Pihaknya diwajibkan mengganti rugi pohon yang ditebang kepada Perhutani.

"Ganti ruginya per tegakan pohon. Kini masih proses perhitungan," tegasnya. (lil/ed/ris)

(rt/rak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia