alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Siswa SMPN 2 Tanggunggunung Makin Sedikit

Diduga Dipicu Minimnya Lulusan SD

04 Juli 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PROTOKOL KESEHATAN: Tampak beberapa siswa sedang dicek kesehatannya sebelum melakukan daftar ulang.

PROTOKOL KESEHATAN: Tampak beberapa siswa sedang dicek kesehatannya sebelum melakukan daftar ulang. (SMPN 2 TANGGUNGGUNUNG FOR RATU)

TANGGUNGGUNUNG, Radar Tulungagung - Ketatnya tingkat persaingan antarsekolah dan minimnya lulusan SD membuat beberapa sekolah hanya mendapat segelintir siswa pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Tak hanya di SMPN 2 Rejotangan, ini pun berlaku di SMPN 2 Tanggunggunung. Pada PPDB tahun ini, mereka hanya mendapat 29 siswa. Padahal, sebelumnya mereka bisa mendapat 34 siswa.

Kepala SMPN 2 Tanggunggunung, Teguh mengatakan, untuk PPDB tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini pihaknya mendapat 29 siswa dan sudah melakukan pendaftaran ulang pada Senin lalu. “Tahun ini kami sudah mendapatkan siswa meski tidak sebanyak tahun lalu,” tuturnya.

Minat siswa mendaftar ke sekolah yang berdiri sejak 1999 ini cenderung fluktuatif. Namun, pada tiga tahun ini mengalami penurunan. Tercatat pada 2018 ada sebanyak 56 siswa, 2019 ada 34 siswa, dan untuk tahun ini ada 29 yang mendaftar. Meski jumlah siswa sedikit, tidak memengaruhi semangat guru untuk mengajar. “Ya, kami akan mengajar murid-murid kami dengan sebaik-baiknya meski jumlahnya sedikit,” ujar Teguh.

Berbagai upaya telah dilakukan SMPN 2 Tanggunggunung untuk menarik siswa lulusan SD/MI untuk mendaftar. Mulai dari sosialisasi ke SD/MI serta memperbanyak ekstrakurikuler seperti, sepak bola, voli, tari tradisional, marawis, dan reog kendang. Semua itu dilakukan untuk menarik minat siswa lulusan SD/MI. “Usaha kami itu tidak kurang-kurang. Segala upaya telah kami lakukan,” tegasnya.

Teguh menambahkan, tidak hanya itu, membangun ikatan antara sekolah dengan masyarakat sekitar juga telah dilakukan oleh pihaknya. Tujuannya, agar ikatan tersebut bisa menciptakan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMPN 2 Tanggunggunung. “Sering kali kami membuat kegiatan bersama dengan masyarakat sekitar. Entah itu yasinan rutin atau sebagainya,” tambahnya.

Pria ramah itu mengungkapkan, ada beberapa faktor yang membuat menurunnya minat siswa mendaftar di SMPN 2 Tanggunggunung. Pertama, sedikitnya lulusan SD/MI di wilayah zonasi. Tercatat ada lima SD/MI dari empat desa dalam wilayah zonasi. Kedua, masih ada stereotip sekolah favorit di masyarakat. “Ada juga siswa yang rumahnya dekat dari sini, tapi malah sekolah ke tempat lain yang favorit,” ungkapnya.

Dari total murid yakni 119 siswa, diampu oleh 11 guru yang terdiri dari tujuh PNS dan empat guru tidak tetap (GTT). Sedikitnya, jumlah siswa tentu berdampak pada dana BOS yang diterima. Sedikitnya jumlah dana BOS yang diterima juga memengaruhi honor GTT karena kebijakannya GTT bisa mendapatkan honor dari BOS. “Karena bagi kami, banyak sedikitnya siswa tidak memengaruhi semangat kami. Setidaknya kami akan konsentrasi secara kualitas,” paparnya.

Teguh juga mengatakan, sudah dua tahun lebih SMPN 2 Tanggunggunung tidak mendapatkan bantuan infrastruktur dari dinas terkait. Padahal, sebelumnya sempat mendapatkan bantuan untuk membangun infrastruktur. “Biasanya kami mendapatkan bantuan untuk prasarana, tapi sudah lama tidak mendapatkannya,” pungkasnya. (*)

(rt/dre/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia