alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Disparbudpora Tegaskan Belum Membuka Wisata Alam

04 Juli 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TUNGGU PERIZINAN: Kondisi Pantai Tambakrejo di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, yang belum dibuka karena masih menunggu proses perizinan.

TUNGGU PERIZINAN: Kondisi Pantai Tambakrejo di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, yang belum dibuka karena masih menunggu proses perizinan. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

Berita Terkait

SANANWETAN, Radar Blitar - Terkait beredarnya kabar bahwa kembali dibuka kegiatan wisata di sejumlah pantai di Kabupaten Blitar, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar menampik hal tersebut. Hingga kini pihak dinas baru membuka empat destinasi wisata buatan dan belum membuka destinasi wisata alami.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Blitar Arinal Huda menjelaskan, kabar yang beredar melalui media sosial (medsos) tak benar. Alasannya, kini disparbud sudah melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk membuat kebijakan pembukaan destinasi wisata di masa new normal. Hasilnya, baru empat destinasi wisata buatan di kabupaten ini diizinkan buka kegiatan wisata mulai 1 Juli. "Nanti itu beritanya bohong terus orang ke sana (destinasi wisata, Red) ternyata belum buka," terangnya.

Suatu destinasi wisata bisa dibuka. Indikasinya ada pelayanan wisata dana ada pengelola wisata yang bertugas. "Kalau belum ada pelayanan wisata, semisal hutan mati itu kan tidak bisa dibilang buka," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pembukaan wisata dilakukan secara sistematis oleh pihak-pihak berkaitan. Yakni pemerintah kabupaten, disparbudpora, dinas kesehatan, dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Maka, harus ada beberapa mekanisme harus dilalui sebelum suatu destinasi wisata dinyatakan dapat dibuka kembali.

Pertama, pihak pengelola wisata harus siap sarana prasarana (sarpras) fisik maupun nonfisik sesuai protokol kesehatan seperti wastafel, sabun cuci tangan, hand sanitizer, serta imbauan untuk selalu mengenakan masker dan menjaga jarak.

Selanjutnya, pengajuan izin kepada pihak terkait untuk dilakukan sidak dari stakeholder. Apabila destinasi wisata dinyatakan siap, maka diberikan perizinan kembali dibuka.

Dia menegaskan, belum membuka kegiatan wisata di destinasi wisata alam di Kabupaten Blitar karena kini sejumlah pengelola wisata, khususnya wisata alam, sedang melakukan proses persiapan sarpras fisik maupun nonfisik. Itu untuk selanjutnya dilakukan sidak pada destinasi yang sudah melaporkan kesiapan. "Belum. Kami tetap mengimbau teman-teman (pengelola wisata, Red) untuk mengajukan permohonan," tegasnya.

Masyarakat diimbau lebih mawas diri dalam menerima informasi dan bersabar apabila ingin kembali berwisata di destinasi wisata alam.

Dia mengimbau kepada para pelaku wisata di Kabupaten Blitar tidak perlu terburu-buru dalam melakukan proses persiapan maupun perizinan. "Pelan, tapi pasti. Yakinkan dulu bahwa Anda benar-benar siap melayani dengan pola new normal," pungkasnya. (c2/din)

(rt/did/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia