alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Kades Selopuro Positif Korona

Camat Pastikan Pelayana Di Desa Aman

04 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

SELOPURO, Radar Blitar –  Pemerintahan Desa (Pemdes) Selopuro tampaknya tak berjalan lancar. Sebab, kini aktivitas pelayanan pemerintah tidak lagi dilaksanakan di kantor desa setempat melainkan di rumah perangkat. Hal ini akan terus terjadi hingga beberapa pekan ke depan, sebab harus menunggu Kepala Desa (Kades) Selopuro, AM,  dinyatakan sembuh dari virus tersebut .

Camat Selopuro Deny Candra Himawan memastikan aktivitas pemerintahan di desa tersebut tetap berjalan. Meskipun untuk beberapa pekan ke depan kades setempat dipastikan tidak bisa memberikan pelayanan secara langsung karena terjangkit korona.

Begitu pula untuk kepentingan distribusi bantuan sosial bagi masyarakat terdampak korona periode II yang rencananya mulai didistribusikan pekan depan. "Pak Kades Selopuro itu sebenarnya sehat, kami terus kordinasi," kata Deny Candra Himawan.

Dia mengungkapkan, Kades Selopuro adalah orang tanpa gejala (OTG). AM diketahui positif setelah adalah ada pemeriksaan masal di tingkat Kecamatan Selopuro. Dari pemeriksaan ini diketaui ada sekitar 22 orang yang reaktif rapid test. Mereka lansgung di periksa dengan swab, dan hasilnya dua orang positif.  Yakni seorang tenaga medis dan Kades Selopuro. “Pemeriksaan masal ini juga karena ada OTG dari Selopuro, dan kini yang OTG juga sudah menjalani proses karantina mandiri meski sudah sembuh,” katanya.

Terkait pelayanan di desa, sambung dia, masih tetap berjalan. Untuk sementara, sekretaris desa (sekdes) yang menakohdai semua pelayanan di desa tersebut. Namun tetap atas sepengetahuan dari kades.

Dari pihak kecamatan juga belum berencana untuk mengalihkan pelayanan ke kantor kecamatan. Sebab menurutnya masyarakat setempat lebih nyaman mendapatkan pelayanan di rumah perangkat desa. "Sementara ini masih bisa dilayani, tapi kalau nanti ada kendala kecamatan yang nanti turun tangan. Kami sudah minta ke kasi pemerintahan kecamatan untuk memantau terus perkembangan di desa" katanya.

Kemungkinan, mulai pekan depan di kantor desa sudah mulai ada kegiatan. Sebab, rencananya pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat terdampak korona peeiode II. Sayangnya, pada proses ini tidak akan ada kepala desa yang mengawasi.

Terkait hal ini, deni memastikan bahwa distribusi bantuan bisa dilaksanakan meski tanpa kehadiran kades. Sebab, sebelumnya di tiap desa sudah dibentuk tim untuk distribusi bantuan tersebut. Di   sisi lain, proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial tahap II sudah selesai dilakukan. Sehingga pihaknya optimistis proses distribusi nanti berjalan lancar. "Kan ada perangkat lain, tidak harus kades yang mendampingi distribusi. Toh kami juga akan memantau perkembangan. Kalau ada kesulitan kami turun tangan," katanya.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, sudah melakukan tracing (pelacakan) terhadap kontak erat kades. Hasilnya tidak ada kontak erat yang reaktif. Kendati begitu, pihaknya sudah mengimbau kepada kontak erat untuk sementara waktu menjalani isolasi. "Tracing terhadap kontak erat pasien positif tak terkecuali keluarga, hasilnya nonreaktif," tuturnya.(hai/din)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia