alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Transisi New Normal, Laka Lantas di Tulungagung Melonjak

04 Juli 2020, 10: 27: 12 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Transisi  New Normal, Laka Lantas di Tulungagung Melonjak

Kota, Radar Tulungagung - Masyarakat sebagai pengguna jalan sebaiknya lebih berhati-hati saat berkendara. Pasalnya, dalam masa transisi menuju kehidupan normal baru atau new normal, tren kecelakaan lalu lintas (laka lantas) menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan data Unit Laka Lantas Polres Tulungagung, total kecelakaan selama Januari hingga Juni kemarin ada 481 kasus. Dengan rincian, Januari 122 kasus dengan 16 kasus korban meninggal, Februari 98 kasus dengan 9 kasus korban meninggal, Maret 97 kasus dengan 17 kasus korban meninggal, April 38 kasus dengan 6 kasus korban meninggal, Mei 53 kasus dengan 6 kasus korban meninggal, dan terdapat peningkatan di bulan Juni 73 kasus dengan 16 kasus korban meninggal.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi S. melalui Kanit Laka Lantas Iptu Diyon Fitrianto menjelaskan, jika melihat data tersebut, angka laka lantas di Tulungagung terbilang tinggi. Namun, tren angka laka lantas sempat menurun di trimester kedua.

Karena di bulan itu (mulai April, Red) sedang gencar-gencarnya imbauan untuk tetap berada di rumah, menerapkan physical dan social distancing hingga adanya pembatasan serta larangan mudik dalam rangka memutus mata rantai sebaran Covid-19. Sehingga secara tidak langsung berdampak pada volume kendaraan di jalan raya turun atau berkurang. Bahkan, menekan angka laka lantas di Tulungagung.

“April lalu awal didengungkan pandemi Covid-19. Dibarengi aturan yang ketat, membuat volume kendaraan turun lebih sepi. Bahkan angka kecelakaan pun berpengaruh turun. Tapi mulai Juni kemarin terdapat tren peningkatan. Bahkan dari jumlah 78 kasus itu, 16 di antaranya dengan korban meninggal dunia,” katanya.

Diyon menjelaskan, peningkatan ini diduga karena pemerintah mulai menggaungkan new normal. Sehingga masyarakat kini mulai berani keluar rumah atau beraktivitas seperti sedia kala, beradaptasi dengan new normal di tengah pandemi saat ini. “Bisa saja Juli nanti lebih tinggi dari Juni ini. Namun kami berupaya untuk terus menekan angka laka lantas, salah satunya sosialisasi ke komunitas motor atau lainnya,” tuturnya.

Dari datanya, laka lalu lintas di wilayah Tulungagung ini tidak hanya terpusat di jalur blackspot. Seperti jalan raya Ngantru, jalan raya Karangrejo-Kauman, maupun jalan raya Tulungagung-Ngunut. Tapi tersebar di semua ruas jalan. “Faktor penyebabnya mayoritas karena human error. Sedangkan faktor kendaraan, alam, ataupun kondisi jalan itu jarang,” tandasnya.

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia