alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Pengemudi Brio Jadi Tersangka

Kecelakaan di Pulosari, Ngunut

04 Juli 2020, 12: 02: 54 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Pengemudi Brio Jadi Tersangka

KOTA, Radar Tulungagung - Masih ingat kecelakaan maut yang melibatkan mobil Honda Brio N 1524 BZ yang ditumpangi Koirul Naam bersama salah satu anggota DPRD Tulungagung, Joko Tri Asmoro, warga Desa Tenggong, Keca­matan Rejotangan dengan pengendara sepeda motor Honda Scoopy AG 2933 RCK di jalan raya masuk Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Rabu lalu (10/6).

Kepolisian akhirnya menetapkan pengemudi Honda Brio, yakni Koirul Naam sebagai tersangka. Penetapan ini berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi S. mengatakan, penetapan ini membutuhkan waktu lebih lantaran laka yang menewaskan pengendara motor Honda Scoopy, Rochmat Adingga Saputra, 27, warga asal Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo termasuk kategori menonjol.

 Bahkan disorot banyak publik karena melibatkan pejabat publik (seorang anggota DPRD Tulung­agung, Red) sebagai penum­pangnya. Pihaknya pun tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Perlu penyelidikan detail dan profesional. “Ya, sudah. Tersangka dengan nama Koirul Naam, saat itu merupakan pengemudi mobil Honda Brio silver tersebut,” katanya. 

Penetapan pengemudi mobil Honda Brio atas nama Koirul Naam itu berdasarkan hasil penyelidikan. Seperti olah TKP di lapangan dan dari keterangan saksi-saksi di lokasi. Menurut dia, ada kelalaian berkendara dan bersifat ugal-ugalan dari penge­mudi Honda Brio. Sebab, saat itu pengemudi tidak mem­perhatikan jarak ketika akan mendahului kendaraan di de­pannya dengan kecepatan tinggi. Laka lantas pun tidak bisa di­hindari. 

“Ketika olah TKP itu tidak ada bekas pengereman sehingga tidak bisa menentukan kecepata­nnya. Sedangkan, Koirul Naam saat kami interogasi mengaku tidak melihat kecepatan berapa. Kalau prediksi kami dari CCTV dan keterangan saksi lapangan bisa saja kecepatannya sekitar 80 kilometer per jam,” tuturnya.

Disinggung apakah Koirul Naam dalam kondisi mabuk, Aris -sapaan akrab Aristianto Budi S.- mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak rumah sakit untuk melakukan pemerik­saan terhadap Koirul Naam. Namun hasilnya terlampir bahwa tidak ada pengaruh alkohol. Bah­kan, itu diperkuat dari penga­kuan tersangka yang sadar saat berkendara. “Dia saat itu sadar. Makanya setelah insiden kecela­ka­an itu, mereka langsung keluar dari mobil dan menyerahkan diri ke Mapolsek Ngunut karena khawatir dimassa,” terangnya.

Karena ada unsur kelalaian hingga mengakibatkan laka lantas dengan korban meninggal, kata Aris, pengemudi mobil Honda Brio melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 310 ayat 4 dengan ancaman enam tahun penjara. 

Sekadar mengingatkan, Roch­mat Adingga Saputra, warga asal Desa Sembon, Kecamatan Ka­rangrejo, itu tewas setelah me­nga­lami kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Honda Brio N 1524 BZ yang dikemudikan Koirul Naam, 50, warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejota­ngan di ruas jalan Desa Pulosari, Keca­matan Ngunut, Rabu malam (10/6). Sementara, Yayik Afiana, yang dibonceng Rochmat hanya me­nga­lami luka ringan dan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tu­lungagung. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia