alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Dua Bocah Tewas saat Bermain di Sungai

05 Juli 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

BERDUKA : Beberapa warga sedang menenangkan keluarga bocah yang tewas tenggalem.

BERDUKA : Beberapa warga sedang menenangkan keluarga bocah yang tewas tenggalem. (Humas Polres Tulungagung For Ratu)

PAKEL, Radar Tulungagung- Para orang tua wajib mengawasi anak bermain di sungai. Apalagi mereka tidak bisa berenang. Jika tidak, akan mengalami seperti bocah inisial YM, 14  dan MJ, 14. Dua bocah asal Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung ini tewas karena tenggelam di sungai masuk Desa Sambitan, Kecamatan Pakel.

Menurut Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo mengatakan kejadian tersebut terjadi Sabtu (4/7) kemarin pukul 14.15. Saat itu, kedua bocah tersebut bermain di sungai bersama kedua temannya, RD ,14, dan WA , 14. Kemudian, YM, MJ dan WA naik perahu drum besi, sedangkan RD berenang di sampingnya. MJ, WA  dan YM saat itu bergurau sembari menggoyangkan perahu. Tak lama, perahu merekapun bergerak ke arah selatan, sekitar 30 meter dari titik awal. "Karena digoyang-goyangkan, perahu mereka terisi air. Dan tidak kuat menahan beban juga, maka perahu tersebut perlahan tenggelam dimulai dari sisi depan," katanya.

RD yang berenang samping perahu berusaha menolong ketiga temannya. WA yang bisa berenang langsung menepi. Sedangkan, MJ  dan YM tidak dapat berenang. Sedangkan kedalaman sungai cukup dalam yakni kurang lebih 2,5 meter. "RD berusaha menolong keduanya, tapi tidak berhasil," tegasnya.

Lantas WA dan RD meminta tolong warga sekitar dengan menyusuri sungai. Tak lama, Yaa’lu ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RS Muhammadiyah Bandung.  Para warga pun melanjutkan pencarian, dan ditemukan korban MJ dengan kondisi sudah tidak bernyawa. “YM sempat dibawa ke RS. Namun, sayang nyawanya tidak tertolong," tambahnya.

Dari hasil visum keduanya, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga, murni kecelakaan. Lantas Endro mengimbau masyarakat sebagai orang tua lebih mengawasi anak-anaknya. Jika tidak bisa berenang, sebaiknya tidak bermain di Sungai agar tidak ada lagi kejadian naas tersebut. (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia