alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Wisuda Drive Thru SDK Santa Maria

Cukup Lima Menit, Makna dan Khidmat Acara Tetap Terasa

05 Juli 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

WISUDA DRIVE THRU: Suster Lusia Sri Andayani, SSpS, mengalungkan medali tanda kelulusan kepada salah satu wisudawan Vincent Kurniawan Tjipto.

WISUDA DRIVE THRU: Suster Lusia Sri Andayani, SSpS, mengalungkan medali tanda kelulusan kepada salah satu wisudawan Vincent Kurniawan Tjipto. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

Memasuki masa new normal, berbagai kegiatan masyarakat boleh digelar, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti kegiatan wisuda yang dilaksanakan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria, Kota Blitar secara drive thru pagi kemarin (4/7). Namun, makna wisuda tetap terasa bagi para wisudawan.

ADITYA YUDA SETYA PUTRA, Sananwetan, Radar Blitar

Udara dingin begitu terasa pagi kemarin di wilayah Kota Blitar. Waktu menunjukkan pukul 7.00 kemarin (4/7). Tapi lalu lintas di Jalan Soedanco Supriyadi sudah ramai. Wajar, walaupun akhir pekan, semangat bekerja atau olahraga tidak boleh hilang.

TETAP KHIDMAT: Proses pemotongan tumpeng saat dilakukan wisuda terbatas pada Jumat (3/7) lalu.

TETAP KHIDMAT: Proses pemotongan tumpeng saat dilakukan wisuda terbatas pada Jumat (3/7) lalu. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

Ada pemandangan yang berbeda di salah satu sudut jalan itu, tepatnya di SDK Santa Maria. Di sekolah yang didirikan sejak 1927 itu terlihat beberapa orang mengenakan pakaian seragam batik lengkap dengan masker. Juga beberapa anak mengenakan seragam sekolah. Padahal, kegiatan pembelajaran secara tatap muka belum mulai diberlakukan di wilayah Kota Blitar.

Ternyata, para siswa berseragam ini bukan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Tapi mereka adalah para siswa dan siswi kelas VI yang akan melaksanakan kegiatan wisuda.

Lebih unik, prosesi wisuda tidak dilakukan saat kondisi normal. Mengundang seluruh wisudawan, wali murid, dan pengajar secara beramai-ramai. Namun, wisuda kali ini dengan sistem drive thru. Meskipun dilaksanakan dengan sistem tersebut, kegiatan wisuda tetap berjalan dengan penuh khidmat.

Prosesnya pun tak kalah menarik. Pertama, wisudawan yang diantar orang tuanya menggunakan kendaraan pribadi memasuki sekolah. Sesampainya di dalam area sekolah, wisudawan turun dari kendaraan dan disambut beberapa guru. Setelah itu, wisudawan berjalan menuju ke arah kepala sekolah yang sudah menunggu di sebuah tempat khusus. Setelah wisudawan berada di depan kepala sekolah, dilakukan proses pengalungan medali, pemberian sertifikat, dan hadiah lainnya.

Apabila prosesi itu sudah selesai, maka wisudawan bisa kembali kepada orang tua mereka yang sudah menunggu. Prosesi wisuda pun selesai. Hal tersebut terus berlanjut hingga beberapa kali tahapan.

Walaupun terbilang singkat, prosesi wisuda tetap berjalan khidmat. Bahkan, seluruh pengajar terlihat senang begitu dapat melihat putra dan putri didiknya dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala SDK Santa Maria Kota Blitar Suster Lusia Sri Andayani, SSpS menuturkan, prosesi wisuda tahun ini memang sengaja dilakukan dengan sistem drive thru karena hal ini merupakan upaya sekolah untuk tetap memberikan pengalaman wisuda secara seremonial. Namun, tetap menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. "Karena situasi yang tidak memungkinkan akibat adanya Covid-19, kami mengadakan (acara wisuda, Red) dengan lebih sederhana untuk anak-anak. Ini sebagai ungkapan terima kasih kami," terang wanita yang sudah tiga tahun mengajar di SDK Santa Maria ini.

Sebanyak 88 siswa SDK Santa Maria yang diwisuda secara drive thru kemarin. Jumlah ini berasal dari tiga kelas. "Untuk kelas VI tahun ini jumlahnya memang lebih sedikit. Biasanya siswa kelas VI jumlahnya bisa mencapai 100 anak lebih," ungkapnya.

Suster Lusia mengakui, seluruh kegiatan di acara wisuda kemarin sudah dipastikan sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti pengecekan suhu badan wisudawan dan wali murid yang mengantar, penyediaan wastafel, sabun cuci tangan, dan kewajiban untuk mengenakan masker bagi seluruh warga di lingkungan SDK Santa Maria yang hadir. "Mulai dari pintu gerbang ada pengecekan suhu tubuh dan dari sini jarak juga kami perhatikan," bebernya.

Kegiatan wisuda drive thru ini mendapat tanggapan positif dari para wali murid. Pasalnya, banyak dari wali murid yang khawatir dengan kesehatan putra-putri mereka apabila harus berkegiatan di luar rumah. Apalagi untuk kegiatan yang mengundang banyak orang, termasuk wisuda. Namun, dengan dilaksanakannya wisuda drive thru, para wali murid merasa lebih tenang. "Meskipun awalnya ada yang khawatir, saat proses wisuda sangat antusias sekali. Kami memilih drive thru itu agar tidak bergerombol," akunya.

Selain kegiatan wisuda secara drive thru yang sudah dilaksanakan kemarin, keluarga besar SDK Santa Maria juga sudah melakukan wisuda secara konvensional beberapa waktu lalu. Tepatnya pada Jumat lalu (3/7). Namun berbeda dari hari kemarin, wisuda konvensional yang sudah dilakukan hanya mengundang enam wisudawan, yakni dua siswa yang mewakili tiga kelas. "Kami melakukan secara simbolik karena tidak mungkin mengumpulkan banyak orang. Sehingga dipilih perwakilan siapa yang berkenan untuk ikut," ceritanya.

Kegiatan wisuda yang dilaksanakan pada Jumat lalu itu, para siswa diminta untuk melakukan acara pembukaan wisuda dengan menggunakan tiga bahasa. Yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Kendati kegiatan wisuda dilaksanakan dengan terbatas, seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. "Tapi tidak mengurangi makna dari acara itu. Tetap berjalan baik dan lancar. Cuma orangnya saja kami batasi," jelas Suster Lusia.

Dia berpesan kepada para wisudawan SDK Santa Maria ini agar mereka tetap menjaga nama baik almamater dan tetap mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan yang sudah ditanamkan selama belajar di SDK Santa Maria. "Tetap menjaga nama baik almamater. Terlebih yang kami tanamkan di sini, yakni tentang cinta kasih, religiusitas, kejujuran, sopan santun, dan saling menghargai," pesannya. (*)

(rt/did/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia