alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Kades Positif, 22 Orang Di-Rapid Test

Kondisi Sehat, Tak Ingat Tertular Dari Siapa

05 Juli 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

SELOPURO, Radar Blitar –  Dari mana Kepala Desa (Kades) Selopuro, Ali Mustain, tertular coronavirus disease (Covid)-19  hingga kini masih belum diketahui.  Bahkan pria berusia 58 tersebut tidak ingat siapa saja orang yang pernah kontak erat dengannya sehingga menjadi pasien positif korona.

“Saya juga tidak tahu (tertular, Red), wong gak kelihatan. Kepala desa kan melayani masyarakat ya kesana kemari,” katanya, kemarin (4/7).

Dia menyampaikan bahwa pemerintahan maupun pelayanan di desanya tetap berjalan. Meskipun tidak dilaksanakan di kantor desa, melainkan di rumah perangkat desa setempat.

Dia pun berkomunikasi intens dengan perangkat desa untuk masalah pemerintah di desanya. “Tadi komunikasi soal rencana, Senin depan akan ada sterilisasi kantor desa,” tuturnya.

Itu sebagai salah usaha pemerintah desa (pemdes) agar pelayanan bisa kembali berjalan lancar. “Saya optimistis, bahwa masyarakat desa paham untuk menjaga diri dari penyebaran virus korona.  Soalnya kan sudah sering kali ada sosialisai, tidak hanya dari desa tapi juga pemerintah kabupaten,” tandasnya.

Bagaimana tanda-tanda saat korona menjangkit? Ali mengaku tidak merasakan perubahan kondisi kesehatan. Hanya secara kebetulan dirinya mengikuti rapid test masal yang diselenggarakan pemkab dan kemudian hasilnya postif.

Sedangkan terkait rencana pemerintah melakukan pencairan bantuan sosial periode II, Ali mengatakan, perangkat desa sudah siap dengan kegiatan tersebut. “Selain ada perangkat ada relawan juga,” terangnya.          

“Alhamdulillah  dalam kondisi sehat alias tidak memiliki keluhan kesehatan. Mudah-mudahan segera bisa kembali bertugas,” imbuhnya.

Di lokasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, tim medis sudah melakukan tracing terhadap kades dan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Selopuro yang positif korona. Tercatat ada sekitar 22 orang yang diperiksa dengan menggunakan rapid test. Beruntung hasilnya nonreaktif. “Itu sudah termasuk keluarga pak kepala desa,” tuturnya.

Meski nonreaktif, kata dia, mereka yang kontak erat dengan kades harus melaksanakan protokol kesehatan, yakni karantina mandiri.

Hal itu penting sebagai antisipasi penyebaran virus. Sebab, rapid test tidak bisa menjadi pedoman atau jaminan seseorang bebas korona. “Yang reaktif tapi negatif korona banyak, begitu juga yang nonreaktif tapi positif saat swab test kan juga ada,” tuturnya.

Dia mengaku terus melakukan pantauan terhadap kontak erat dua orang pasien positif korona dari Selopuro. Hingga kini belum ada kabar soal penurunan kesehatan yang dialami oleh kontak erat. “Kalau ada yang kondisi kesehatannya menurun pasti langsung sampai ke kami infonya. Kami akan swab test,” terangnya.  (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia