alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

5.825 KK Gagal Terima BPNT

Tidak Hadir saat Pembukaan Rekening

06 Juli 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Sebanyak 5.825 kepala keluarga (KK) gagal menikmati manfaat dari program bantuan pangan nontunai (BPNT) perluasan tahap pertama maupun kedua dari Kemensos RI. Pasalnya, mereka tidak membuka rekening secara kolektif (burekol) yang digelar Dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung bersama bank yang ditunjuk, yakni BNI, hingga 30 Juni lalu.

Kepala Dinsos Kabupaten Tulungagung Suyanto melalui Kasi Asistensi dan Jaminan Sosial, Tofik Priyadi mengatakan, memang benar masih banyak KK sebagai calon keluarga penerima manfaat (KPM) belum melakukan pembukaan rekening. Dari data yang tercatat, ada 5.825 KK tidak melakukan pembukaan rekening dari pagu ditetapkan Kemensos RI sebanyak 34.177 KPM.

Mereka (calon KPM, Red) tidak melakukan pembukaan rekening ini, kata Tofik, karena daftar penerima sudah meninggal, tidak hadir, data ganda, NIK salah menjadi pekerja migran Indonesia (PMI), dan lainnya. "Kalau melihat data ini, didominasi faktor meninggal dan penerima tidak hadir. Untuk yang meninggal sebanyak 854 KK dan  tidak hadir sebanyak 4.248 KK," terangnya

Banyaknya calon KPM yang tidak hadir saat diundang untuk melakukan pembukaan rekening dipengaruhi banyak faktor penyebab. Di antaranya, diduga karena si calon KPM menganggap dirinya sudah mampu sehingga malu untuk datang membuka rekening, pindah alamat, atau sudah menerima bantuan dari sumber lain seperti dana desa (DD), APBD, maupun Pemprov Jatim. "Atau mungkin dari desa menilai sudah mampu. Sehingga tidak diundang untuk burekol," tuturnya.

Tofik mengatakan, dengan tidak melakukan pembukaan rekening ini, maka gagal menikmati manfaat dari bantuan tersebut. Namun, Kemensos masih membuka pintu asalkan calon KPM yang telah terdata di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ini diusulkan kembali ke pusat agar bisa mendapatkan bantuan lagi di periode selanjutnya. "BPNT perluasan untuk tahap pertama (April) dan kedua (Mei) sudah cair. Nantinya, bantuan ini diberikan terhitung mulai April hingga Desember mendatang," tambahnya.

Sedangkan untuk nama yang sudah meninggal, bisa tetap membuka rekening. Namun dengan melampirkan sebagai ahli waris dari nama penerima yang sudah meninggal. Ahli waris harus satu KK dengan nama penerima yang meninggal. Kemudian, dari desa/kelurahan itu nantinya harus mengusulkan pergantian nama penerima ke Kemensos.

"Kalau ada ahli waris yang masih bisa melakukan pembukaan rekening, bantuan dapat dicairkan. Tapi nanti kelanjutannya harus diusulkan ke pusat untuk mengganti nama dari penerima yang meninggal ke ahli warisnya," tegasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia