alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Pengalaman Pemain E-Sport MOBA ML I Play for

Sering Juara Lokal, Punya Mimpi Berkiprah di Tingkat Nasional

07 Juli 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BORONG TROFI: Tim MOBA ML I Play For Me saat meraih juara I dan II di turmanen End of Year 2019 lalu.

BORONG TROFI: Tim MOBA ML I Play For Me saat meraih juara I dan II di turmanen End of Year 2019 lalu. (RAMADHAN FOR RADAR TRENGGALEK)

Meski belum berkesempatan menjuarai turnamen Mobile Legend (ML) di tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim), tak mematahkan semangat tim I Play for Me untuk unjuk gigi. Sebab, pada tingkat antar atau dalam kabupaten, tim itu sering memborong trofi predikat juara.

HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Kota, Radar Trenggalek 

MERAIH predikat juara di turnamen ML bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, ada rangkaian yang harus dilalui. Mulai dari babak pertama hingga tahap finalis, prosesnya lumayan panjang. Ketika dalam satu turnamen ada 64 tim, maka untuk meraih juara harus mengalahkan enam tim lawan. Di tiap turnamen itu menggunakan sistem best of atau BO (format untuk turnamen, Red).

SEMANGAT: Momen-momen Gayu (dua dari kiri) dan PJ (paling kanan) mendapat juara I turnamen Moba ML beberapa waktu lalu.

SEMANGAT: Momen-momen Gayu (dua dari kiri) dan PJ (paling kanan) mendapat juara I turnamen Moba ML beberapa waktu lalu. (RAMADHAN FOR RADAR TRENGGALEK)

BO mulai dari BO1 atau BO3 dan seterusnya. Sementara predikat pemenang diambil dari yang menang terbanyak. Bagi tim I Play for Me, mereka tak keberatan dengan sekelumit rangkaian turnamen yang begitu panjang. Mereka justru menikmatinya karena tidap pertandingan membuat mereka bisa berkembang. 

Sekilas tak ada yang beda interaksi dari dua pemuda yang tergabung tim I Play for Me. Tak ada pembicaraan yang mengarah terkait game ML. Pemuda itu adalah Ramadhan Wahyu Wibowo dan Gilang Puja Kantona. Namun ada hal yang membedakan, yakni pembicaraan terkait komitmen mereka. Agar tim multiplayer online battle arena (Moba) ML mereka bisa melambung di tingkat nasional.

Kedua pemuda itu punya peran masing-masing dalam tim Moba ML mereka. Ramadhan Wahyu Wibowo atau kerap disapa Gayu itu sebagai kapten tim. Untuk itu, karakter yang sering dipakai adalah hero tank. Sebab, hero itu memiliki ciri yang memiliki daya pertahan yang tinggi. Fungsinya untuk menangkal atau menghalau serangan-serangan hero lawan.

Sebagai seorang kapten tim, Gayu memang punya sifat tegas. Dia mengaku kadang juga bernada tinggi untuk mengoreksi permainan tim. Sebab dia sadar, kunci untuk memenangkan pertandingan Moba ML adalah kekompakan tim, bukan secara individual. “Pernah sampai marah-marah, tapi itu hanya untuk in-game (dalam permainan),” ungkapnya.

Tanggung jawab sebagai kapten, kata dia, mulai dari memetakan hero-hero lawan, mengatur iklim permainan, hingga mengambil keputusan untuk serang atau bertahan. Bahkan, kadang konsentrasi Gayu sedikit terpecah. Karena tidak hanya permainan lawan saja yang dibaca, tapi juga permainan teman setim itu juga diperhatikan. Menurut dia, tanggung jawab sebagai kapten itu perlu memahami permainan secara makro dan mikro. Makro adalah penguasaan petan hingga feeling kapan harus menyerang atau bertahan. Sedangkan mikro adalah penguasaan tiap karakter yang dimainkan.

Menurut Gayu, membangun sebuah chemistry merupakan hal yang tak kalah penting. Dia bercerita, mengumpulkan teman setim itu berangkat dari yang semula tidak kenal. Lambat laun, sering main bareng (mabar) dan saling berkomunikasi. Komunikasi itu pun makin akrab. Mereka sepakat untuk membuat tim Moba ML dengan mimpi menjadi pemain profesional.

Riwayat karir dari tim Moba ML I Play for Me itu terbilang mulus. Sejak tim itu berdiri sekitar November 2018 lalu, tim itu langsung meraih meraih juara di tingkat lokal Trenggalek. Hingga kini, Gayu mengaku sudah sekitar 12 turnamen lokal yang pernah dimenangkannya. Di antaranya turnamen End of Year 2019 di Hotel Bukit Jaas silam. “Turnamen itu dapat juara I dan II,” kata pria yang memiliki nickname iMizukage di ML.

Pria kelahiran 5 Januari 1999 itu mengaku, iklim permainan turnamen Moba ML di tingkat lokal berbeda dengan di tingkat Jatim atau di atasnya. Menurut dia, kepercayaan diri dan demam panggung yang paling memengaruhi jalannya permainan. Untuk di tingkat lokal, kata dia, perasaan itu masih dapat terkendali walau kadang ketika masuk final masih kerap muncul. Namun ketika mengikuti kelas Jatim, acapkali perasaan itu muncul di awal.

“Maret lalu ikut turnamen di Brawijaya E-Sports dapat juara II,” ungkapnya. Kendati belum berhasil meraih juara di tingkat Jatim, tak mematahkan semangat Gayu. Dia berkomitmen untuk bisa membawa timnya ke tingkat lebih tinggi.

 Sementara Gilang Puja Kantona, biasa dipanggil PJ, juga memiliki komitmen yang sama bahwa dia ingin menjadi pemain profesional. Selama ini dia sebagai carry dalam tim. Tipikal dengan daya serang yang kuat itu juga sangat berpengaruh untuk membawa kemenangan tim. Untuk itu, pria kelahiran 1997 itu juga menguasai makro dan mikro. “Untuk hero-hero tipe serang itu perlu mengumpulkan poin agar bisa kuat. Untuk itu, dalam early game biasanya main aman. Kadang juga agresif, tapi jangan sampai blunder,” tegas pria yang memiliki nickname iHokage. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia