alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

PADes 15 Desa Masih Nol

Berakibat pada Minimnya Tunjangan BPD

07 Juli 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

HARUS DIMAKSIMALKAN: Salah satu usaha milik desa yang dilakukan oleh Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, perlu dimaksimalkan untuk peningkatan PADes

HARUS DIMAKSIMALKAN: Salah satu usaha milik desa yang dilakukan oleh Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, perlu dimaksimalkan untuk peningkatan PADes (ARYS FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Sebanyak 15 desa di Kabupaten Trenggalek ternyata tidak memiliki pendapatan asli desa (PADes). Akibatnya, anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) kecil, berakibat pada rendahnya tingkat kesejahteraan perangkat desa, yaitu badan permusyawaratan desa (BPD).

Tidak adanya PADes di 15 desa ini disesalkan Ketua Komisi I DPRD Trenggalek Moch. Husni Tahir Hamid. Husni menduga itu lantaran pemdes setempat tidak bisa mengembangkan potensi yang ada di daerahnya. Sayangnya Husni tidak bersedia menyebutkan desa mana saja yang dimaksudnya. "Kami sangat menyesalkan masih adanya 15 desa yang tidak memiliki PADes itu," ucapnya. 

Dia melanjutkan, melihat itu, masyarakat tidak bisa menyamaratakan pembangunan di tiap desa. Termasuk tunjangan bagi BPD yang memiliki tunjangan berbeda di tiap desa. Sebab, jelas Husni, dalam peraturan, tunjangan BPD diambil dari 10 persen penghasilan tetap desa. Setelah PADes ditotal, akan diambil 10 persen dan disalurkan melalui anggaran dana desa (ADD) untuk tunjangan BPD.

BUTUH KETERAMPILAN: Masyarakat Desa Kedungsigit tengah membuat piring di badan usaha desa setempat untuk menambah PADes.

BUTUH KETERAMPILAN: Masyarakat Desa Kedungsigit tengah membuat piring di badan usaha desa setempat untuk menambah PADes. (ARYS FOR RADAR TRENGGALEK)

Sebab jika PADes kecil bahkan tidak ada sama sekali, maka tidak mungkin bisa disamakan dengan desa yang memiliki PADes besar. Semua pemerintah desa harus bisa menggali potensi yang ada di desa guna meningkatkan PADes. Sehingga semua elemen yang ada di desa tersebut bisa sejahtera, termasuk BPD.

Namun terkait di mana 15 desa tersebut, letaknya menyebar di seluruh Kecamatan Trenggalek. Untuk itu, setiap kali melakukan pertemuan dengan pemdes bersangkutan wakil rakyat terus memacu agar potensi yang ada di wilayahnya tetap dimaksimalkan. Potensi tersebut bisa di berbagai sektor, seperti pariwisata, industri, dan sebagainya. "Karena itu, kami berharap kepala desa bisa memacu hal itu dan BPD tinggal mendorongnya," jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia