alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Gratis RDT untuk Peserta Ujian

Rp 15-20 Ribu untuk Surat Kesehatan

07 Juli 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

UJI RDT: Petugas menunjukkan hasil nonreaktif rapid test beberapa waktu lalu.

UJI RDT: Petugas menunjukkan hasil nonreaktif rapid test beberapa waktu lalu. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Para peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2020 dapat tersenyum lega. Bagaimana tidak, setelah sebelumnya dirundung ketidakpastian terkait fasilitas rapid test, kini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung memastikan memberikan fasilitas rapid test gratis untuk para peserta ujian.

Seperti diketahui sebelumnya, pelaksanaan UTBK di tengah pandemi coronavirus disease (Covid-19) ini diperketat dengan berbagai protokol kesehatan. Salah satunya mewajibkan peserta ujian untuk membawa surat keterangan sehat dan hasil nonreaktif rapid diagnostic test (RDT) atau negatif pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Wakil Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, pelayanan RDT bagi pelajar ini telah dimulai sejak Jumat lalu (3/7). Saat itu, Tim GTPP Covid-19 menunjuk laboratorium kesehatan daerah di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung dan tiga puskesmas penyangga Covid-19 sebagai lokasi RDT. “Kami sudah melayani rapid test bagi pelajar di dinkes dan tiga puskesmas penyangga Covid-19, yakni Puskesmas Beji, Bangunjaya, dan Kalidawir,” jelasnya.

Sejak Jumat (3/7) hingga Senin (6/7), tercatat sebanyak 52 pelajar yang menjalani RDT. Dengan rincian, 13 pelajar menjalani RDT di dinkes, sementara sisanya di tiga puskesmas penyangga. Galih memprediksi diperkirakan beberapa hari ke depan, beberapa pelajar masih akan menggunakan faslitas ini. Untuk itu, kini 29 puskesmas lainnya juga diminta untuk menyediakan layanan RDT bagi pelajar. “Sabtu (4/7) kemarin baru 75 persen puskesmas yang sudah mengambil alat untuk rapid test tersebut. Sekarang sudah 100 persen sehingga dipastikan mulai hari ini (kemarin, Red) seluruh puskesmas dapat melayani RDT,” terangnya.

Tak hanya itu, pria yang juga menjabat sebagai Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung ini mengatakan, fasilitas RDT gratis ini tidak hanya untuk peserta UTBK-SBMPTN saja, tapi juga bagi para santri yang hendak kembali ke pondok pesantren di luar Tulungagung. Mengenai biaya, Galih mengungkapkan jika peserta atau calon mahasiswa cukup dikenakan biaya Rp 15-20 ribu untuk pembuatan surat kesehatan. Sementara untuk biaya RDT gratis. “Ini sesuai dengan perda retribusi kesehatannya,” imbuhnya.

Sementara untuk syarat permintaan RDT, calon siswa atau peserta cukup kartu identitas dan surat pendaftaran PTN maupun sekolah atau pondok pesantren yang dituju. Sekadar informasi, pelaksanaan UTBK terbagi menjadi dua tahap. Yakni tahap I dimulai 5 hingga 14 Juli, sementara tahap II pada 20 hingga 29 Juli mendatang. Dalam sehari, terdapat dua sesi ujian. Ini untuk menghindari adanya perkumpulan massa dalam jumlah banyak. Sesuai jadwal, pengumuman UTBK akan dilaksanakan pada 20 Agustus mendatang. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia