alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Lagi, Bocah Tewas Tenggelam

Terpeleset di Bendungan Desa

07 Juli 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TAK BISA BERENANG: Korban tenggelam saat menjalani visum luar.

TAK BISA BERENANG: Korban tenggelam saat menjalani visum luar. (HUMAS POLRES FOR RATU)

KALIDAWIR, Radar Tulungagung – Peristiwa bocah tewas tenggelam terjadi lagi. Setelah Sabtu lalu (4/7) terjadi di wilayah Kecamatan Pakel, kemarin (6/7) terjadi di wilayah Kalidawir.

Bocah berinsial LS, asal Desa Tanjung, Kecamatan Kalidawir, tewas tenggelam di bendungan desa setempat. Bocah 9 tahun yang duduk di bangku SD tersebut tidak bisa berenang.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Polres Tulungagung Bripka Endro Purnomo mengatakan, kejadian tersebut terjadi pukul 10.00. Bermula, korban bersama dua temannya, yakni MG, 9 dan CK, 9, bermain di bendungan masuk Desa Betak, Kecamatan Kalidawir. Ketika itu, mereka sedang berjalan di tepi bendungan dengan lebar sekitar 30 meter. Namun tiba-tiba korban, LS, terpeleset jatuh ke bendungan. "Ketiganya ini sedang berjalan di tepi bendungan. Diduga saat berjalan kurang hati-hati dan kemudian terpeleset," katanya.

Karena MG dan CK tak bisa berenang, lantas berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Penjaga bendungan yang mengetahui berusaha menolong. Namun upayanya gagal. Korban tidak nampak lagi ke permukaan.

Diketahui kedalaman bendungan sekitar 2 meter. Lantas penjaga bendungan dan warga memberi tahu perangkat desa dan keluarga korban. "Pencarian dilanjutkan dengan menyelaminya. Setelah beberapa jam atau tepatnya pukul 11.30, korban ditemukan, tapi sudah dalam keadaan meninggal," terangnya.

Setelah ditemukan, jasad korban divisum luar saja. Keluarga menolak dilakukan otopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Langsung tadi diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan," tegasnya.

Endro mengimbau keluarga lebih memperingatkan masyarakat agar anaknya dilarang bermain di tepi sungai ataupun bendungan. Apalagi, mereka tidak bisa berenang. Mengingat sebelumnya juga ada kejadian tenggelam, terjadi pada Sabtu lalu (4/7) di sungai masuk Desa Sambitan, Kecamatan Pakel. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia