alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Sudah Tujuh Kali Laka Lantas

1 Tewas, Bukan Black Spot

07 Juli 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

REJOTANGAN, Radar Tulungagung - Pengendara yang melintas di sepanjang jalan penghubung Kabupaten Blitar-Tulungagung-Trenggalek di Kecamatan Rejotangan harus meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, setahun ini berdasarkan data Unit Laka Lantas Polres Tulungagung terdapat tujuh peristiwa.

 Peristiwa laka lantas terakhir terjadi Senin kemarin. Melibatkan pengendara sepeda motor Yamaha Mio AG 6978 JC, M. Nurhadi, 64, warga Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan dan Mobil Daihatsu Grand Max pikap S 8511 WG yang dikemudikan Yuki Budi Lestari, 26, warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar di jalan umum masuk Desa/Kecamatan Rejotangan. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor tewas seketika.

 “Dari data kami, tujuh kejadian laka lantas terhitung data dari Januari hingga hari ini (kemarin, Red). Dari tujuh itu, baru ada korban yang meninggal hari ini (kemarin, Red),” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatlantas polres Tulungagung AKP Aristianto Budi S., kemarin. 

Foto

Foto

Dia menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi pukul 13.00, Senin kemarin (6/7). Saat itu kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan sedang. Sedangkan, mobil Grand Max pikap melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi, diduga pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya sehingga arah mobil oleng ke kanan. “Keduanya pun tak bisa menghindari dan saling adu moncong,” katanya.

Kerasnya benturan mengakibatkan mobil Grand Max pikap tersebut terbalik hingga turun ke badan jalan dan terhenti dekat pagar milik rumah warga setempat. Sedangkan motor korban ringsek. Parahnya, pengendara motor tewas di lokasi kejadian akibat luka parah di kepala. “Korban dari pengendara motor tewas seketika dan langsung kami bawa ke RSUD dr Iskak. Sedangkan pengemudi mobil, hanya mengalami luka lecet di tangan,” terangnya.

Dia menjelaskan, dari kecelakaan ini pihaknya sudah menggali dua keterangan saksi. Yakni warga setempat yang mengetahui langsung kejadian tersebut dan kernet dari mobil Grand Max. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan olah TKP guna mengetahui kronologi sebenarnya. Bahkan utuk keperluan penyelidikan, kendaraan keduanya beserta surat diamankan di Unit Laka Lantas.

“Kami juga amankan pengemudi untuk menggali keterangannya. Dari kelengkapan, keduanya tidak memiliki SIM,” tegasnya.

Meski sudah tujuh kali terjadi kecelakaan di jalur Kecamatan Rejotangan, pihaknya klaim jalur tersebut bukan jalur black spot. “Bukan black spot, karena jalur rawan kecelakaan antara Tulungagung-Ngunut,” tegasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia