alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Gudang Kerajinan Batok Dilalap Jago Merah

Diduga Korsleting, Kerugian Capai Rp 200 Juta

07 Juli 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MU SIBAH DI TENGAH PANDEMI : Kondisi gudang produksi kerajinan batok milik Anas Faesol di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo paska dilalap api kemarin (6/7). Polisi pun langsung melakukan olah TKP untuk menyelediki penyebab pasti kebakaran.

MU SIBAH DI TENGAH PANDEMI : Kondisi gudang produksi kerajinan batok milik Anas Faesol di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo paska dilalap api kemarin (6/7). Polisi pun langsung melakukan olah TKP untuk menyelediki penyebab pasti kebakaran. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

SUKOREJO, Radar Blitar - Kampung Bathok di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, dilalap si jago merah kemarin (6/7). Salah satu rumah produksi berbagai kerajinan dari batok kelapa milik Anas Faesol itu ludes terbakar.

Api membakar gudang tempat penyimpanan sejumlah bahan baku kerajinan batok serta barang kerajinan batok yang siap jual. Beruntung, api tidak sampai merembet ke rumah Anas yang berada di selatan gudang. Penyebab kebakaran diduga gangguan korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Api dengan cepat dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran. Hujan yang mengguyur saat itu juga membantu proses pemadaman. "Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 08.45. Diketahui kali pertama oleh Suratmi, warga setempat. Saat itu muncul asap dari rumah Anas," kata Kepala Satpol PP Kota Blitar Hadi Maskun saat dikonfirmasi di lokasi kejadian kemarin.

(MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

Saat itu, saksi langsung memberi tahu warga lainnya dan anggota keluarga yang masih berada di dalam rumah. Warga juga langsung melaporkan ke pemadam kebakaran. "Petugas yang menerima laporan segera meluncur lokasi dan langsung memadamkan api dibantu warga setempat," lanjutnya.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menaklukkan si jago merah. Satu di antaranya bantuan mobil pemadam dari Kabupaten Blitar. Kurang lebih satu jam, api berhasil dipadamkan.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Ardi Purboyo mengatakan, belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran tersebut. Pihaknya masih mendalaminya. "Apakah gangguan korsleting listrik atau hal lain, yang pasti kami masih selidiki lebih lanjut. Kami cari tahu dari mana titik apinya," ujar perwira berpangkat tiga balok ini.

Menurut informasi, sumber api berasal dari gudang penyimpanan bahan baku kerajinan batok. Diduga ada gangguan korsleting listrik jaringan kabel.

Namun, saat kejadian tidak ada aktivitas produksi di tempat tersebut. Produksi sudah lama berhenti sejak pandemi Covid-19 menyebar. "Februari kami sudah berhenti produksi. Kami sudah tidak bisa kirim barang kerajinan lagi karena korona ini," ujar Anas Faesol, pelaku usaha kerajinan batok tersebut.

Saat kejadian, dirinya sedang tidak ada di luar rumah. Waktu itu hanya ada istri dan ketiga anaknya di dalam rumah. "Saya dikabari anak saya kalau gudang terbakar. Saya langsung meluncur ke rumah," ujar pria 45 tahun ini.

Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta. Anas hanya bisa pasrah atas musibah yang menimpanya tersebut. "Yang penting keluarga selamat semua. Terima kasih kepada warga setempat yang ikut membantu menangani," ungkapnya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia