alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Implementasi Perwali New Normal

Batasi Kegiatan Tak Produktif

Kasus Positif Kembali Bertambah

07 Juli 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PRODUKTIF: Sejumlah orang melakukan olahraga di sport center. Terkadang sport center juga dijadikan tempat nongkrong dan pacaran yang sangat tidak produktif. 

PRODUKTIF: Sejumlah orang melakukan olahraga di sport center. Terkadang sport center juga dijadikan tempat nongkrong dan pacaran yang sangat tidak produktif.  (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Pertumbuhan kasus positif korona di Kota Blitar kembali meningkat. Bertambah dua kasus positif baru yang tercatat.

Kedua kasus positif itu ditemukan di Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan. Salah satunya ditemukan pada warga yang sudah meninggal dunia. Sebelumnya warga tersebut berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan meninggal dunia pada 30 Juni lalu. "Yang bersangkutan sudah diambil swab sebelumnya dan hasilnya positif keluar pada 2 Juli," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Blitar dr M. Muchlis, kemarin (6/7).

Sementara kasus positif lainnya, berasal dari seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di salah satu RS di Kabupaten Blitar. Nakes perempuan 45 tahun itu mengeluh demam dan batuk. "Lalu di-swab test pada 29 Juni. Pada 2 Juni hasil keluar dan dinyatakan positif," jelasnya.

Bertambahnya kasus positif itu membuat tim gugus tugas mengambil langkah cepat. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi Perwali Nomor 47 Tahun 2020. Kini gugus tugas sedang merumuskan prosedur penerapan sanksi dan prosedur pembatasan sejumlah kegiatan sesuai perwali tersebut.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisoworo menjelaskan, perwali tersebut mengatur sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona. Salah satunya sanksi tidak mengenakan masker. "Masker kan sudah wajib. Jika tidak memakai, nanti dikenakan sanksi," ujarnya.

Selain itu, perwali juga mengatur jam pembatasan kegiatan atau aktivitas warga di tempat umum. Terutama kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menimbulkan kerumunan seperti nongkrong maupun ngopi. "Seperti di kafe-kafe, Alun-alun Kota Blitar, hingga city walk Makam Bung Karno. Nanti bisa dibatasi jamnya," terang pria ramah ini.

Lebih lanjut, gugus tugas kini masih merumuskan jam pembatasan kegiatan warga masyarakat tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri. "Kami minta pertimbangan dari aparat juga. Mungkin minggu depan baru bisa diterapkan," kata Hakim.

Di bagian lain, kepolisian sudah melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di tempat umum. Salah satunya dengan menutup jalur protokol menuju pusat Kota Blitar di akhir pekan. Yaitu Jalan Merdeka. "Ini untuk mengurangi aktivitas masyarakat dan mendisiplinkan penerapan physical distancing," jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela.

Di samping itu, pihaknya juga terus gencar patroli ke sejumlah kafe maupun tempat publik lainnya. Kepolisian ingin memastikan pelaku usaha dan masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Sekedar diketahui, hingga kemarin jumlah kasus positif korona di Kota Blitar tercatat ada 11 kasus. Empat orang masih dalam perawatan, enam sudah sembuh, dan satu orang meninggal dunia. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia