alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Warga Tolak Pembangunan TPS

Tak Diajak Musyawarah, Ancam Bakal Demo

07 Juli 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PROSES: Seorang warga menunjukkan lokasi pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) di Lingkungan Sangut, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul.

PROSES: Seorang warga menunjukkan lokasi pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) di Lingkungan Sangut, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul. (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Sejumlah warga di Lingkungan Sangut, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, menolak pembangunan tempat penampungan sementara (TPS). Penyebabnya, tidak ada musyawarah atau sosialisasi terkait pembangunan tersebut.

Warga menuntut Pemkot Blitar untuk memindahkan lokasi pembangunan TPS agar tidak mencemari lingkungan dan sumber air milik warga.

Salah seorang warga Lingkungan Sangut, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Purwoko mengatakan, warga merasa keberatan dan sepakat menolak adanya pembangunan TPS di lingkungan mereka. Warga menyayangkan pembangunan TPS tanpa ada diskusi dan sosialisasi kepada warga sekitar lokasi pembangunan. “Sebenarnya kami tidak menolak pembangunannya karena kami juga butuh tempat pembuangan sampah, tapi jangan di situ lokasinya,” ucapnya.

Menurut dia, lokasi pembangunan TPS sangat tidak pas atau tidak sesuai dengan keinginan warga setempat. Pasalnya, lokasi pembangunan TPS itu berdekatan dengan permukiman warga. Selain itu, lokasi tersebut juga dekat area wisata Waterpark Sumber Udel, SDN Kauman 2, serta pondok pesantren. “Lokasinya itu ndak pas kalau untuk TPS, dekat dengan permukiman dan lembaga pendidikan,” katanya.

Keberadaan lokasi pembangunan TPS yang dekat dengan sungai dan sumber mata air dinilai dapat mengancam kesehatan warga sekitar. Sebab, adanya TPS pasti akan terjadi penumpukan sampah yang dapat menimbulkan bau dan lalat. “Pasti banyak dampaknya yang mengancam kenyamanan dan kesehatan warga sekitar. Terus juga dekat dengan sungai dan sumber air milik warga, pasti itu nanti akan tercemar,” ungkapnya.

Purwoko mengaku pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar. Baik secara tatap muka maupun melalui surat sejak 19 Juni lalu. Namun, belum ada tanggapan hingga proses pembangunan dilaksanakan. Selain itu, warga juga telah berkirim surat ke DPRD Kota Blitar untuk menindaklanjuti hal tersebut untuk mempertimbangkan permintaan warga. “Semua sudah kami lakukan, tapi belum ada kejelasan sampai mulai dibangun. Ya kalau tetap tidak ada tanggapan, kami bisa saja demo ke Pemkot Blitar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Suyatno mengaku, telah berkomunikasi dengan lurah Bendo terkait rencana pembangunan TPS ini. Komunikasi terkait rencana tersebut sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Pembangunan TPS dinilai sesuai dengan target untuk memenuhi kebutuhan warga. “Sudah ada komunikasi dengan lurahnya sejak dua tahun lalu. Ya, pembangunannya sesuai dengan kebutuhan warga,” jelasnya kepada Koran ini kemarin (6/7).

Dia menerangkan, hanya melakukan pembangunan sarana, tapi ti dak menentukan lokasi pembangunan TPS. Lokasi pembangunan harus dilakukan di atas tanah milik pemerintah. Terkait pemindahan lokasi, dirinya tidak memiliki wewenang untuk itu.

Sebab, kini proses pembangunan TPS sudah berjalan sejak seminggu lalu. Selain itu, anggaran yang disiapkan dalam pembangunan tersebut yakni sebesar Rp 190 juta. Dengan target penyelesaian selama 40 hari kerja. “Pambangunan sudah mulai berjalan, tidak bisa dipindah lokasinya,” tegasnya. (*)

(rt/usm/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia