alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Para MC Kehilangan Job karena Pandemi Korona

Fokus Menjadi Konten Kreator, berusaha Suguhkan Ide Segar

09 Juli 2020, 18: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

KREATIF: Faisal Antonio salah satu MC kondang di Tulungagung. Adanya Covid-19 berdampak pada tawaran membawakan sebuah acara.

KREATIF: Faisal Antonio salah satu MC kondang di Tulungagung. Adanya Covid-19 berdampak pada tawaran membawakan sebuah acara. (DOK PRIBADI FOR RATU)

Covid-19 membuat seorang Faisal Antonio banyak kehilangan tanggapan MC. Kondisi itu memang sangat berat dirasakan, karena itu pekerjaan utamanya. Hal itu pun membuat pria asal Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru ini putar otak. Akhirnya, ia bersama dengan teman-temanya membuat channel di YouTube bernama Stelon Official dengan konten drama seri Rondo Teles. Dari situlah akhirnya mendapatkan penghasilan yang bisa menutupi sepinya tanggapan selama empat bulan ini.

Adanya pandemi Covid-19, sangat berdampak bagi seluruh sektor. Tak terkecuali bagi para MC yang menggantungkan hidupnya di event yang saat ini tidak mungkin digelar karena ada pembatasan aktivitas diluar rumah. Empat bulan, bukanlah waktu yang singkat, apalagi jika harus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya yang dirasakan Faisal Antonio yang menjadi tulang punggung keluarga.

Faisal mengatakan, sejak adanya pandemi, tanggapan untuk MC menurun drastis. Jika dipersentasekan, selama pandemi ini ia hanya melakoni 10 persen saja. Persentase yang kecil tersebut juga baru di bulan-bulan ini, pada event tertentu skala kecil saja. Sedangkan pada awal-awal pandemi Covid-19 banyak event yang terpaksa diundur di bulan selanjutnya atau bahkan di tahun depan. “Ini sudah mulai MC lagi, tapi di acara tertentu yang skalanya kecil saja,” tuturnya.

Pria ramah itu mengungkapkan, dampak Covid-19, membuatnya harus putar otak secara total. Berdasarkan pengamatannya, selama pandemi ini masyarakat membutuhkan hiburan yang bisa dinikmati dengan mudah. Akhirnya ia dengan teman-temanya sepakat untuk membuat konten di YouTube dengan ide yang segar yakni drama series Rondo Teles. “Saya dan teman-teman sepakat untuk membuat konten di YouTube. Berusaha untuk menyuguhkan konsep yang segar, dengan harapan bisa menghibur dan menarik minat masyarakat,” ungkapnya.

Faisal menjelaskan, tujuh tahun yang lalu sebenarnya dia sudah mempunyai channel YouTube pribadi. Dan sekarang channel tersebut dikelola bersama-sama dengan nama Stelon Official. Pada dua bulan ini, YouTube sudah melakukan monetize kepada channel tersebut. Dan bersyukur sekali semenjak itu, banyak sekali tanggapan-tanggapan yang diluar perkiraan mulai dari endors baju, makanan, skincare dan lain sebagainya. “Selama dua bulan ini Alhamdulillah, sudah kebanjirian endorse, dan sudah bisa menutupi kekosongan selama empat bulan lalu,” jelasnya.

Pria multitallent itu menceritakan, dalam proses pemilihan konten bukanlah perkara mudah. Faisal dan teman-temannya membutuhkan waktu dan pengamatan yang panjang dalam mencetuskan konten Rondo Teles tersebut. Pemilihan Rondo Teles didasarkan pada banyak kasus perceraian yang tinggi, terutama di Tulungagung dan itu dikemas dalam genre komedi yang menarik. Kini setiap minggu ia bisa mengeluarkan empat video. “Berkat kekompakan teman-teman, akhirnya sesuai dengan apa yang direncanakan,” ujarnya.

Dengan kondisi sepi tanggapan MC, kini Faisal disibukkan dengan mencari ide-ide yang segar untuk channel YouTube-nya. Dalam satu minggu ia bisa melakoni produksi dua kali. Dan saat ini ia sudah memiliki celengan video sebanyak 26, dari 15 video yang sudah diupload. Baginya, dalam melakoni semua hal harus konsisten dan harus pandai melihat peluang. Jika nanti sudah normal kembali ia akan kembali menjadi MC, dan untuk channelnya juga tetap akan dijalankan. “Nanti kalau sudah normal ya MC lagi dan YouTube juga akan tetap berjalan, harus dibawa santai,” pungkasnya.(bersambung

(rt/mam/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia