alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

26 Siswa Nyaris Tak Dapat Sekolah

09 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

SEPI: Sebuah mobil yang keluar dari area SMPN 1 Trenggalek melalui gerbang utama kemarin (8/7).

SEPI: Sebuah mobil yang keluar dari area SMPN 1 Trenggalek melalui gerbang utama kemarin (8/7). (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis data pokok pendidikan (Dapodik) di Kabupaten Trenggalek perlu dievaluasi. Sistem yang baru perdana digelar di Jawa Timur ini ternyata sempat membuat bingung para orang tua, sehingga setidaknya sempat tercatat ada 26 lulusan SD sempat tidak mendapatkan sekolah. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Trenggalek Totok Rudijanto. Namun semua masalah tersebut akhirnya bisa tertangani secara offline. Kini mereka ada yang sekolah di SMP 6, SMP 2 Pogalan, di SMP 1 Tugu, di Mun­jungan, dan sebagainya. “Sekarang sudah dapat sekolah semua,” tegas Totok.

Kemunculan dari 26 pelajar yang sempat tidak kebagian sekolah tersebut dikarenakan tidak lolos persyaratan. Dijelaskan Totok, semula ada dua opsi sekolah yang ditawarkan kepada calon siswa saat PPDB lalu. Sementara mayoritas dari pelajar yang tak lolos tersebut, mereka memilih sekolah dengan passing grade nilai yang tinggi, seperti SMP 1 maupun 3 Trenggalek. 

Tak pelak, mereka pun terpaksa terdepak. Kemudian ketika mengambil opsi sekolah kedua, ternyata kuota sekolah itu sudah penuh. Dan mereka pun tidak mendapatkan sekolahan. “Sebenarnya di aplikasi itu sudah disiapkan untuk pindah pilihan, tapi mereka tidak melaksanakannya. Sehingga, tiba saat penutupan PPDB, itu ada yang tidak kebagian sekolah,” jelasnya. 

Berkaca dari pelaksanaan PPDB berbasis Dapodik, Totok mengaku, karena sistem penerimaan itu masih baru di Trenggalek dan pertama kali di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Menurut dia, masih ada banyak yang perlu dievaluasi. Harapannya, pada PPDB tahun depan bisa lebih optimal. “Ke depannya memang kita perhitungkan betul, karena kita sudah ada database-nya. Kemudian lulusan SD ada berapa orang, berapa kelas, dan berapa sekolah,” ungkapnya. (*)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia