alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Mabuk, Ubrak-abrik Warung

10 Juli 2020, 11: 17: 46 WIB | editor : Bella Orlandis

TAK DAPAT MENGELAK: Empat pelaku pengrusakan dan penganiayaan yang berhasil diamankan aparat kepolisian.

TAK DAPAT MENGELAK: Empat pelaku pengrusakan dan penganiayaan yang berhasil diamankan aparat kepolisian. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Diduga akibat pengaruh minuman keras, empat pria secara brutal mengubrak-abrik warung kopi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan. Tak hanya itu, mereka diduga telah menganiaya satu pemuda.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan, kasus pengrusakan dan penganiayaan itu terjadi Sabtu lalu (4/7). Menurut dia, tindakan tersebut tanpa sebab pasti. Ada delapan orang yang secara tiba-tiba merusak beberapa fasilitas di salah satu warung kopi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan.

Namun, lanjut dia, masih empat pelaku yang berhasil diamankan, sementara keempat lainnya dalam pengejaran. “Mereka yang diamankan berinisial RS, 27; PS 29; WA, 19; dan RR, 17,” ungkapnya.

Kapolres Doni menjelaskan, sebelum melancarkan aksi brutalnya, mereka sempat menenggak arak. Setelah pesta miras itu usai, mereka pergi naik sepeda motor secara bergerombol. Tepat di depan warung kopi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, gerombolan itu berhenti.

PS dan RS merusak barang-barang di warung kopi, WA melempar batu, dan RR menyerang seorang pemuda. Tak pelak, selain warung yang mengalami kerusakan, ujar Doni, ada pemuda yang mengalami luka-luka. “Satu pemuda yang diserang mengalami luka ringan. Dia sudah diobati,” sambungnya. 

Sementara, tegas dia, pihaknya telah mengumpulkan beberapa barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) sebagai penyelidikan lebih lanjut dari kasus pengrusakan dan penganiayaan tersebut. Yakni empat sepeda motor milik tersangka, batu, meja, dan kursi yang berada di lokasi kejadian. "Kami masih mengejar empat tersangka lain yang buron," ujarnya.

Atas kasus itu, tiga tersangka RS, WA, dan BS dijerat dengan pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara. Sementara RR dijerat dengan pasal 76c jo pasal 80 UURI tentang Perlindungan Anak subpasal 170 ayat (1) KUHPidana subpasal 356 KUHPidana dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. (*)

(rt/pur/bel/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia