alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

Jadwal Ulang Job, Rintis Bisnis Tas

Para MC Kehilangan Job karena Pandemi Korona

10 Juli 2020, 18: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

TETAP EKSIS: Muhammad Hakim alias Nico Kim saat memerankan tokoh Jeng Nur dalam web series Rondo Teles.

TETAP EKSIS: Muhammad Hakim alias Nico Kim saat memerankan tokoh Jeng Nur dalam web series Rondo Teles. (DOK PRIBADI FOR RATU)

Wabah coronavirus disease (Covid-19) yang tak kunjung usai tentu berimbas pada berbagai sektor kehidupan. Termasuk sektor pagelaran event seperti pernikahan, lomba, maupun kegiatan lain yang mengumpulkan massa. Tentu ini berdampak pada beberapa profesi yang turut terlibat dalam pagelaran event. Salah satunya master of ceremony (MC) yang terpaksa harus off alias cuti sementara waktu akibat pandemi Covid-19. Seperti yang dirasakan salah satu MC kondang di Kota Marmer, Muhammad Hakim alias Nico Kim.

Nico mengaku sejak awal bulan Maret hingga kini seluruh jadwalnya manggung terpaksa harus dijadwalkan ulang (reschedule). “Mau bagaimana lagi, wabah ini sangat berimbas pada semua sektor, termasuk event. Sudah sejak Maret lalu tidak ada job MC,” jelasnya mengawali cerita.

Dia melanjutkan, meskipun sudah empat bulan lebih tidak memandu acara, tak membuatnya berkecil hati. Dia yakin jika rezeki dapat datang dari mana saja, asalkan tetap berusaha dan berdoa. Justru dengan adanya kondisi ini, menantangnya untuk berpikir lebih kreatif. Salah satunya dengan menjadi konten kreator pada platform YouTube. Bersama dengan ketiga sahabatnya, Niko sibuk membuat sebuah web series bertajuk Rondo Teles. Sebuah web series bergenre komedi yang menceritakan kisah para janda yang dikemas dengan gaya komedi.

Pemuda yang memulai karir sebagai MC sejak 2007 lalu ini mengaku pemilihan tema tersebut bermula dari banyaknya kasus perceraian yang ada di Tulungagung. Tak hanya itu, stigma masyarakat mengenai seorang janda pun dinilai masih sebelah mata. “Itulah yang menjadi ide awal kami untuk membuat web series ini. Selain itu, kami tetap ingin bisa menghibur masyarakat, tapi dengan panggung yang berbeda. Jika sebelumnya di panggung-panggung event, sekarang YouTube ini panggung kami,” urainya.

Warga Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol ini mengaku, menjadi content creator tentu hal baru baginya. Terlebih harus melakukan proses syuting untuk web series. Namun karena menikmati selama proses pembuatan web series dan sadar ini adalah salah satu passion-nya, dia pun tak menemui kesulitan cukup berarti. Disinggung mengenai peran yang dimainkan, dia membeberkan jika dalam web series Rondo Teles ini berperan sebagai Jeng Nur yang memiliki karakter ceria, centil, dan hobi mengkritik orang lain. “Alhamdulilah kok tidak ada kesulitan cukup berarti. Karena memang karakternya hampir sama mungkin ya,” ujarnya seraya tertawa.

Tak hanya menjadi content creator, pria kelahiran 5 Mei 1988 ini juga memulai bisnis tas dengan nama Kim Store. Da berharap masyarakat di luar sana, terlebih bagi kaum muda, untuk tetap semangat dalam berkarya dan mengembangkan diri. Meskipun dilanda pandemi Covid-19, tidak halangan untuk berkarya. “Ibaratnya panggung yang ini sudah redup, kita harus cari panggung lain untuk terus mengembangkan diri. Saya MC off sementara karena Covid-19, tapi saya menemukan panggung lain melalui YouTube. Jadi jangan berkecil hati, justru ini tantangan untuk tetap kreatif,” tandasnya. (*)

(rt/nda/bel/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia