alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Terapkan Konsep “Piring Makanku”

10 Juli 2020, 15: 52: 52 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Terapkan Konsep  “Piring  Makanku”

mengatur pola makan memang penting dilakukan. Termasuk saat pandemic  seperti sekarang. Makanan yang dikonsumsi harus bergizi agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi.

Nah, ada cara tersendiri yang cukup mudah dilakukan untuk menentukan takaran asupan gizi. Salah satunya menerapkan “Piring Makanku”.

Nutrisionist RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Yenny Irasari, AMG mengatakan, konsep “Piring Makanku” terdiri atas setengah porsi piring makan berupa sayurdan buah beraneka jenis dan warna. Seperempat porsi piring makan diisi protein, baik hewani (telur/ayam/ikan/daging) maupun nabati (kacang-kacangan).

Untuk seperempat porsi lagi, diisi karbohidrat kompleks seperti beras ataupun biji-bijian. “Lengkapi dengan minyak sehat (zaitun/kedelai/jagung/kanola). Hindari minyak yang mengandung lemak jenuh atau kolesterol tinggi,” ujarnya. Wanita berjilbab itu mengatakan, memiliki waktu istirahat yang cukup penting untuk mempertahankan rutinitas tidur yang teratur. Agar setiap hari tetap berjalan sesuai pola normal. Pastikan tidak begadang. Sebab, dapat berakibat buruk pada kesehatan.

Selain cukup istirahat, pastikan selalu terhidrasi dengan baik. Yakni lewat konsumsi air putih secara teratur dalam jumlah cukup. “Rata-rata delapan gelas per  hari,” katanya. Sumber-sumber zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh beragam. Di antaranya protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, seng, dan prebiotic.

Yenny melanjutkan, protein sebagai tulang punggung mekanisme pertahanan tubuh. Sebab, antibody dan sel yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh lainnya terbuat dari protein. Bahan  makanan sumber protein di antaranya telur, susu, yogurt, keju, makanan berbahan kedelai, ikan, dan daging. Protein berkualitas tinggi juga dapat ditemukan dalam kombinasi sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Vitamin A merupakan penguat dan pengatur salah satu organ kekebalan tubuh yang paling penting. Yakni kulit, saluran pencernaan, dan paruparu. Ini terdapat dalam buah dan sayur yang berwarna oranye terang, merah, dan hijau. Contohnya, ubi, wortel, paprika merah, aprikot, telur, dan sayu-ran hijau lainnya.

Vitamin C mampu menjaga kekebalan tubuh. Bisa merangsang pembentukan antibody yang mengikat racun berbahay sebelum menghancurkannya. Vitamin ini terdapat dalam aneka macam jeruk, stroberi, pepaya, paprika merah, dan tomat.

Vitamin E menunjang peran vitamin C. Yakni menjaga kesehatan dan mengusir penyebabpenyebab dari luar yang dapat memicu tubuh terkena penyakit. Vitamin ini terdapat dalam biji-bijian utuh atau sereal yang diperkaya biji-bijian seperti bunga matahari, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Seng, membantu mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Terdapat pada daging tanpa lemak, unggas, makanan laut, susu, biji-bijian, dan kacangkacangan. Wanita ramah itujuga menyampaikan, konsumsi suplemen seng yang berlebih tidak dianjurkan karena ada  penelitian yang menunjukkan bahwa seng dalam jumlah berlebih justru melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan  virus dan infeksi.

Untuk probiotik atau bakteri baik, mampu menjaga system pencernaan makanan tetap  sehat. Bahan makanan yang  mengandung probiotik adalah yogurt dan kefir. Untuk memaksimalkan kerja probiotik dianjurkan mengonsumsi sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Selain mengatur pola makan,  aktivitas fisik tetap diperlukan. Ini untuk menyeimbangkan  kondisi kesehatan tubuh. Ada banyak macam olahraga yang bias dikerjakan di rumah. Bahkan tanpa menggunakan alat peraga apa pun. Hal ini akan menyempurnakan perubahanpola hidup sehat untuk kedepannya.

Banyak cara dan tips agar tetap produktif meski berada di rumah. Misalnya bekerja, belajar rutin, dan aktivitas lainnya. Semua aktivitas yang dilakukan hendaknya bisa membawa kondiisi fisik dan mental tetap terjaga. Hal itu tentu berkaitan dengan sistem imunitas tubuh.

Imun rendah mungkin akibat mengalami gangguan fisik dan mental. Itu justru berpotensi membuat tubuh rawan terinfeksi virus korona. Selain memperhatikan pola makan dan pola hidup yang baik, juga wajib mematuhi protocol kesehatan. Di antaranya memakai masker,  tetap jaga jarak, dan kebiasaan  sering cuci tangan pakai sabun.  “Dengan demikian kita berharap  bias melindungi  diri dan orang  sekitar kita dari virus korona,”  imbuhnya. (*)

(rt/whe/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia