alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Kini Cetak Dokumen Kependudukan Pakai Kertas HVS

Dijamin Aman dan Tidak Bisa Dipalsukan

11 Juli 2020, 07: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SABAR: Pemohon dokumen adminduk Dispendukcapil Kota Blitar.     

SABAR: Pemohon dokumen adminduk Dispendukcapil Kota Blitar.      (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Masyarakat Kota Blitar siap-siap untuk mencetak dokumen administrasi kependudukan (adminduk) secara mandiri. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Bitar.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dispendukcapil Kota Blitar Imam Muslim. Dia mengatakan, pencetakan dokumen bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Pencetakan tidak lagi menggunakan kertas khusus berupa kertas security.

Namun, lanjut dia, pencetakan dokumen adminduk hanya dengan kertas HVS ukuran A4 80 gram warna putih. "Dengan perubahan ini, saya harap masyarakat tidak kaget. Loh kok beda, asli apa tidak, sah apa tidak. Kami pastikan aman," ujarnya.

Perubahan pencetakan adminduk itu sesuai dengan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang Digunakan dalam Administrasi Kependudukan. Perubahan mulai berlaku pada 1 Juli lalu. "Kini kami sudah menggunakan kertas A4 dalam proses pencetakan dokumen adminduk," jelasnya.

Adapun dokumen kependudukan yang dicetak dengan kertas HVS A4, kata Imam, tertentu. Di antaranya berupa kartu keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, akta perceraian, dan sebagainya. "Kecuali untuk pencetakan KTP elektronik (e-KTP) dan(kartu identitas anak (KIA), itu ada blangkonya sendiri," terangnya.

Lantas, dengan kertas HVS tersebut, apakah dokumen adminduk bisa dijamin aman dan sah atau resmi. Menurutnya, dokumen kependudukan dijamin aman dan resmi. Meskipun, nanti dicetak sendiri oleh masyarakat.

Memang ada perubahan sedikit pada dokumen administrasinya. Yakni tidak ada tanda tangan dari kepala dispendukcapil. "Tanda tangan kami ganti dengan QR code. Kami yakin aman dan malah akan sulit dipalsukan (dokumennnya). Dengan QR code, masyarakat bisa melihat data-datanya secara digital," terang pria ramah ini.

Dalam proses pelayanan dokumen adminduk, pihaknya meminta masyarakat agar menyertakan email dan nomor ponselnya. Agar petugas lebih mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Nantinya, pegawai dispendukcapil bisa mengirim dokumen adminduk melalui email ataupun WhatsApp. "Ini sedang kami sosialisasikan dulu kepada masyarakat. Nanti dilakukam secara bertahap agar masyarakat bisa memahami. Ke depan, jika sudah ada ADM (anjungan dukcapil mandiri), akan lebih mudah," ujarnya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia