alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Muncul Klaster Baru Pasien Positif

Seorang Nakes Meninggal

11 Juli 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KANIGORO, Radar Blitar - Pemeriksaan masal dan masif sudah menjadi keharusan untuk mencegah penambahan kasus positif korona di Bumi Penataran. Terutama dari klaster Surabaya yang kini jumlahnya mencapai belasan orang. Kemarin (10/7) seorang tenaga kesehatan (nakes) dari wilayah Wlingi meninggal setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Lavalet, Malang.

Berdasarkan informasi diterima Koran ini, jumlah pasien positif di Kabupaten Blitar kini 42 orang. Dengan perincian, 23 orang sembuh, 13 dirawat, dan 7 meninggal dunia. Seorang di antaranya pasien meninggal adalah nakes yang dimakamkan kemarin di Desa Babadan, Kecamatan Wlingi.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, tambahan satu kasus konfirmasi positif dari daerah Srengat. Yang bersangkutan merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan memiliki riwayat dari luar daerah, Kalimantan. “Sedangkan tenaga kesehatan yang meninggal rencananya dimakamkan di Babadan malam ini,” katanya kepada awak media kemarin (10/7).

Gugus tugas menyebut, nakes yang meninggal ini diduga kuat tertular dari seorang pasien dari Surabaya yang ditanganinya. Akibatnya, nyaris kontak erat nakes tersebut pun terjangkit virus. Tercatat ada 13 orang diduga berawal dari pasien asal Gandusari ini. Di antaranya dua orang anggota keluarga nakes, seorang pembantu, dan seorang pasien asal Desa Puger Gunung, Kecamatan Kesamben.

Sebelum dirujuk ke RS Lavalet Malang, nakes ini sempat dirawat di RSUD Ngudi Waluyo. Seorang nakes yang kemarin dinyatakan positif bersama dua orang anak dari Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, adalah perawat yang kontak erat dengan nakes asal Wlingi ini. “Klaster Surabaya totalnya ada 13 orang, yang empat orang tercatat di Kota Blitar,” katanya.

Yang bersangkutan (nakes, Red) meninggal pukul 13.26 di RS Lavalet, Malang. Sedangkan untuk keluarga nakes yang juga terjangkit virus kini masih dirawat di Malang.

Nakes yang meninggal ini tidak memiliki penyakit penyerta. Hanya saja, selama beberapa hari terkhir, tepatnya saat menjalani perawatan di rumah sakit, kondisinya terus menurun. “Mulai dirawat sejak tanggal 16 Juni sampai kemarin (10/7), kondisinya memang terus menurun,” tuturnya.

Dia mengaku sudah melakukan tracing terhadap kontak erat klaster Surabaya ini. “Dari klaster Surabaya belum ada yang sembuh, total kasus konfirmasi positif di kabupaten kini 42 orang. Setelah ada tambahan satu kasus dari Srengat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis RSUD Ngudi Waluyo, dr Deny Christianto membenarkan bahwa nakes yang meninggal ini pernah di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Namun, hanya sehari, karena membutuhkan penanganan plasma convalescent alias transfusi darah. “Akhirnya dirujuk ke Lavalet Malang,” katanya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia