alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jadi TO Dua Tahun

Dibekuk Usai Curi HP Polisi

11 Juli 2020, 09: 24: 24 WIB | editor : Bella Orlandis

BERHASIL DICOKOK: Wawan diinterogasi petugas Satreskrim Polres Tulungagung.

BERHASIL DICOKOK: Wawan diinterogasi petugas Satreskrim Polres Tulungagung. (HUMAS POLRES FOR RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Agus Prasetyawan alias Wawan, 26, harus menghabiskan hari-harinya di balik bui. Itu setelah petugas berhasil mencokoknya atas kasus pencurian handphone milik korban yang tak lain merupakan anggota Polri yang tengah piket di kantor KB Samsat Kabupaten Tulungagung, Mei lalu. Kini kasusnya tengah ditangani Satreskrim Polres Tulungagung untuk dikembangkan. Karena selain mencuri di kantor KB Samsat. 

 Agus mengaku sempat mencuri motor di pengadilan negeri (PN) pada 2018 silam.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo mengatakan, terungkapnya kasus pencurian itu bermula pada Minggu dini (10/5) lalu. Wawan melancarkan aksinya di kantor KB Samsat. Saat itu dia mencuri dua buah ponsel milik anggota Polri yang tengah piket di kantor yang beralamat di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. “HP korban ini sedang di-charger. Ketika melihat korban lengah, tersangka ini langsung melancarkan aksi pencuriannya,” katanya.

Saat peristiwa tersebut terjadi, sempat ada yang memergokinya kemudian dilakukan pengejaran. Namun sayang, pengejaran tidak membuahkan hasil. Kemudian pengejaran diteruskan Tim Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung. Namun karena sering berpindah-pindah tempat, membuat pengejaran terhambat. Kurang dari sebulan, Tim Macan Agung mendapat informasi jika tersangka ini sedang berada di area Kecamatan Kedungwaru. “Tersangka saat diamankan diketahui hendak berangkat ke Kalimantan,” terangnya.

Kemudian saat diminta menunjukkan lokasi, tersangka masih berupaya melarikan diri. Kata Endro, petugas pun terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menghadiahi timah panas di kaki kirinya. 

Saat diinterogasi, tersangka mengaku nekat karena membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Endro menegaskan, tersangka ini target operasi (TO) sejak 2018 silam. “Ketika itu (2018), AG diduga telah mencuri sebuah sepeda motor milik pegawai PN Tulungagung. Saat itu barang bukti ditemukan beberapa hari kemudian di semak-semak,” katanya.

Endro menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih menelusuri apakah ada peran orang lain dan memastikan ada tidaknya korban lain. Karena pengakuannya ada lima TKP. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tandasnya. (lil/ed/rka/and) Agus mengaku sempat mencuri motor di pengadilan negeri (PN) pada 2018 silam.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo mengatakan, terungkapnya kasus pencurian itu bermula pada Minggu dini (10/5) lalu. Wawan melancarkan aksinya di kantor KB Samsat. Saat itu dia mencuri dua buah ponsel milik anggota Polri yang tengah piket di kantor yang beralamat di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. “HP korban ini sedang di-charger. Ketika melihat korban lengah, tersangka ini langsung melancarkan aksi pencuriannya,” katanya.

Saat peristiwa tersebut terjadi, sempat ada yang memergokinya kemudian dilakukan pengejaran. Namun sayang, pengejaran tidak membuahkan hasil. Kemudian pengejaran diteruskan Tim Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung. Namun karena sering berpindah-pindah tempat, membuat pengejaran terhambat. Kurang dari sebulan, Tim Macan Agung mendapat informasi jika tersangka ini sedang berada di area Kecamatan Kedungwaru. “Tersangka saat diamankan diketahui hendak berangkat ke Kalimantan,” terangnya.

Kemudian saat diminta menunjukkan lokasi, tersangka masih berupaya melarikan diri. Kata Endro, petugas pun terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menghadiahi timah panas di kaki kirinya. 

Saat diinterogasi, tersangka mengaku nekat karena membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Endro menegaskan, tersangka ini target operasi (TO) sejak 2018 silam. “Ketika itu (2018), AG diduga telah mencuri sebuah sepeda motor milik pegawai PN Tulungagung. Saat itu barang bukti ditemukan beberapa hari kemudian di semak-semak,” katanya.

Endro menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih menelusuri apakah ada peran orang lain dan memastikan ada tidaknya korban lain. Karena pengakuannya ada lima TKP. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tandasnya. (*)

(rt/lai/bel/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia