alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Usaha Mbah Djie Kembangkan Potensi Teh

Mimpi Punya Tea House untuk Edukasi Masyarakat Tulungagung

12 Juli 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

KREATIF: Mbah Djie sedang menunjukkan beberapa produk dari teh yang telah diinovasi  selama 10 tahun terakhir.

KREATIF: Mbah Djie sedang menunjukkan beberapa produk dari teh yang telah diinovasi selama 10 tahun terakhir. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/Ratu)

Setiap usaha tentu akan membuahkan hasil jika dikerjakan dengan keuletan. Seperti yang dilakukan Ketut Sunyoto atau biasa dia dipanggil Mbah Djie.  Sudah 10 tahun  menekuni dunia teh, kini Mbah Djie berusaha  membangun tea house, tempat edukasi ke masyarakat.

MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Sendang, Radar Tulungagung

Pagi itu matahari sudah merangkak di atas kepala. Angin berembus perlahan membawa wanginya teh yang menyusuri lubang-lubang hidung. Wanginya teh membuat pikiran di dalam kepala tanpa ada beban sedikit pun. Tampak pula tumpukan daun-daun teh segar di salah satu sudut ruangan yang siap  diolah.  Ya, di sinilah Mbah Djie  bereksperimen mengolah daun teh menjadi berbagai macam produk. Sepuluh tahun dia habiskan melakukan berbagai macam percobaan untuk mengembangkan teh asli Tulungagung. Tinggal menunggu waktu yang menjawab.

Mbah Djie menceritakan, di Kecamatan Sendang banyak daun-daun teh tidak terawat dan diolah dengan baik. Dari sinilah ide Mbah Djie mengembangkan kembali potensi Tulungagung yang hampir dilupakan. Seperti prinsip yang selama ini dia pegang yakni, bagaimana peran pemuda membangun potensi yang ada di wilayahnya. Mulai dari memilih daun teh, mengeringkan, memilah, hingga proses produksi ditekuni. "Saya itu eman melihat banyak tanaman teh yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Maka saya berkeinginan mengembangkan teh kembali," tuturnya.

Untuk membuat satu produk teh, pria kelahiran 1989 ini  bisa menghabiskan waktu bertahun-bertahun hingga sampai di tangan konsumen. Seperti produk teh tubruknya, dia menghabiskan waktu setahun untuk riset tentang rasa. Setelah itu dia mulai memasarkan dari warung ke warung. Kini hampir semua warung di Tulungagung mengenal teh produk Mbah Djie. "Karena teman saya banyak, saya memulai dari warung teman-teman saya," ujar pria asal Desa Dono, Kecamatan Sendang itu.

Tidak berhenti pada satu produk,pria berkacamata ini juga berinovasi agar teh bisa dimanfaatkan lebih banyak lagi. Saat berbincang-bincang dengan temannya, dia menemukan ide untuk mengolah daun teh menjadi masker wajah. Tidak jauh berbeda dengan upaya mengenalkan teh tubruknya. Kala itu, Mbah Djie menyurvei dari testimoni orang-orang yang menggunakan masker wajah yang terbuat dari teh tersebut. Setelah hasil survei sesuai dengan harapan, mulailah dia memasarkan di tempat-tempat perawatan wajah di Tulungagung. "Jadi rencekan daun-daun teh itu saya haluskan menggunakan. Alhamdulillah banyak orang yang suka setelah menggunakan masker tersebut,"” ucapnya sembari tersenyum.

Laki-laki yang masih membujang ini mengungkapkan, meski sudah ada dua produk yang dihasilkan,  dia tak mau berhenti sampai di situ. Kini dia sedang mengembangkan dan melakukan percobaan mengolah daun teh menjadi sabun. Dari pendapatan yang didapat, akan digunakan  membuat tea house sedikit demi sedikit. Nantinya tea house akan menjadi pusat edukasi mengenai teh asli di Tulungagung. "Ini adalah mimpi saya, membuat tea house yang bisa menjadi tempat edukasi,"” ungkapnya.

Dengan semua hal yang dilakoni, dia berharap bisa membuka mata banyak orang. Bagi pemuda seharusnya bisa membuat peluang usaha dan mengembangkan potensi  di sekitar tempat tinggalnya. Harus berani melawan arus berbeda. Jangan sampai keinginan dan kemauan yang dimiliki tertutupi gengsi. Mulailah itu semua dari hati, agar rasa pahit menjadi manis ketika dirasakan. "Dengan membuat usaha, bisa memberdayakan banyak orang. Dan yang terpenting jangan gengsi," pungkasnya. (*)

(rt/mam/dre/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia