alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

MPLS Wajib secara Daring

Tahun Ajaran 2020/2021 Dimulai Hari Ini

13 Juli 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Tulungagung – Tahun ajaran baru 2020/2021 resmi dibuka hari ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ajaran baru selalu diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan MPLS tidak dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka. Namun secara online atau daring.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin mengatakan, sesuai dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, MPLS tetap dapat dilaksanakan namun secara online atau daring. Sehingga setiap lembaga diberi kebebasan dalam menyelenggarakan MPLS. “Untuk MPLS bebas akan dibuat seperti apa, yang jelas harus tetap diselenggarakan secara online. Mengingat di Jawa Timur belum zona hijau,” jelasnya.

Solikin melanjutkan, pengenalan pada lingkungan sekolah dapat dilakukan melalui video profil sekolah yang dibagikan kepada siswa baru melalui platform-platform daring. MPLS menjadi kegiatan penting di awal tahun ajaran baru. Bagaimana tidak, melalui MPLS, para siswa baru dapat belajar beradaptasi dengan lingkungan belajar dan sistem belajar yang baru. Selain itu, sekolah dapat mengenali potensi diri siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. “Yang utama MPLS ini dapat membangun pendidikan karekter. Sehingga memang penting untuk tetap dilaksanakan, meskipun terbatas karena harus dengan online,” ujarnya.

Sesuai dengan pedoman MPLS dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, MPLS dapat dilaksanakan selama tiga hari ke depan, yakni 13-15 Juli mendatang. Meskipun dilakukan secara online, siswa baru tetap dianjurkan mengenakan seragam sekolah sebagaimana pelaksanaan MPLS tatap muka di sekolah. Sementara kegiatan MPLS dipandu langsung oleh tenaga pendidik atau guru yang ada di sekolah, dengan dibantu oleh pengurus OSIS atau MPK.

Tak hanya pelaksanaan MPLS yang dilakukan online, kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa kelas XI dan XII pun kembali dilaksanakan secara online. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Maret lalu Dinas Pendidikan Provinsi Jatim memutuskan seluruh kegiatan di sekolah dilaksanakan secara online sampai ada keputusan lebih lanjut. “Untuk anak-anak kelas XI dan XII juga sudah mulai belajar kembali. Namun tetap pembelajaran dilakukan di rumah sampai ada peberitahuan lebih lanjut,” imbuh Solikin.

Sementara itu, pelaksanaan MPLS pada jenjang SMP juga menerapkan secara online. Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung Hariyo Dewanto Wicaksono mengatakan, pelaksanaan MPLS kali ini bersifat tidak wajib. Artinya, sekolah dapat melaksanakan kegiatan tersebut atau tidak. “Tahun ini tidak kami wajibkan untuk MPLS, mengingat kondisi yang belum kondusif seperti ini,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini melanjutkan, nantinya jika sebuah lembaga tersebut memutuskan untuk tetap mengadakan kegiatan MPLS bagi siswa baru, maka diwajibkan untuk dilaksanakan secara daring. Sehingga siswa baru mengikuti kegiatan dari rumah. Sebab, sampai sekarang baik pemkab maupun pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung belum mengeluarkan kebijakan resmi terkait kegiatan pendidikan secara tatap muka. “Kita ikuti aturan yang ada. Jadi jika sekolah tersebut merasa mampu mengadakan MPLS, mangga asalkan online,” jelasnya.

Pria paro baya ini menambahkan, salah satu alasan MPLS tidak diwajibkan, mengingat tidak semua lembaga SMP negeri maupun swasta memiliki fasilitas yang sama. Untuk itu, disesuaikan dengan kemampuan sekolah masing-masing. Senada dengan jenjang SMA/SMK, kegiatan belajar pada jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP juga dimulai hari ini. Namun tetap dilaksanakan secara online. Untuk itu, dia pun memohon kerja sama antara sekolah dengan wali murid, terutama bagi siswa kelas I yang masih kali pertama merasakan sistem belajar yang berbeda. “Paling sulit nanti di kelas I SD karena belum tentu semua siswa sudah pandai baca tulis hitung (calistung). Jadi saya imbau kerja samanya antara sekolah dan juga wali murid untuk menyukseskan kegiatan belajar,” tandasnya. (*)

(rt/nda/bel/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia