alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Jaga Kecukupan Gizi Masyarakat, Pemkab  Sosialisasi Program Gemarikan

Solusi untuk Menekan Angka Gizi Buruk

15 Juli 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TAMBAH GIZI: Bupati Rijanto (paling kanan) dan Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono (paling kanan)  bersama dengan warga penerima bantuan dalam sosialisasi Program  Gemarikan. 

TAMBAH GIZI: Bupati Rijanto (paling kanan) dan Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono (paling kanan)  bersama dengan warga penerima bantuan dalam sosialisasi Program  Gemarikan.  (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar – Ikan tidak hanya menjadi alternatif pengganti daging. Namun karena kandungan omega 3 dan Docosehaxaenoic Acid (DHA) yang tinggi, ikan menjadi solusi untuk menekan angka gizi buruk sekaligus penanggulangan dampak Covid-19. Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur (Jatim), Arumi Bachsin Elestianto Dardak dalam kampanye gemar makan ikan (gemarikan) di Pendapa Ronggo Hadi Negoro, kemarin (14/7).

Dalam rangkaian kampanye ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memberikan sejumlah bantuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengonsumsi ikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar juga tidak ketinggalan, dengan menambahkan sejumlah komponen penunjang nutrisi lainnya yang dibutuhkan ibu dan anak, termasuk telor. Itu sebagai bukti, dukungan Pemkab Blitar untuk bersama-sama mengentaskan gizi buruk di Jatim.

Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak  tersebut mengungkapkan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Jatim per tahunnya masih kecil.

SAYANG ANAK: Ketua Forikan Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak, didampingi Ketua Forikan Kabupaten Blitar Ninik Rijanto memberikan bantuan berupa olahan ikan kepada masyarakat.

SAYANG ANAK: Ketua Forikan Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak, didampingi Ketua Forikan Kabupaten Blitar Ninik Rijanto memberikan bantuan berupa olahan ikan kepada masyarakat. (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

Meski begitu, dia optimis bisa ditingkatkan. Terlebih di Kabupaten Blitar memiliki potensi produksi ikan sangat luas. “Kabupaten Blitar memiliki potensi perikanan tangkap yang luas, sehingga program Gemarikan bisa diterapkan dengan baik,” katanya.

Memang kadang masyarakat kurang terbiasa mengonsumsi ikan karena beberapa hal,  semisal tak tahan dengan amis atau alergi.

Di sisi lain, harga daging tidak begitu familier dengan kantong masyarakat kebanyakan. Akibatnya menjadi salah satu pemicu gizi buruk. Padahal gizi yang terkandung dalam ikan bisa menjadi pengganti daging yang mahal.

Menurut dia, hal ini bisa diatasi dengan kebiasaan. Ada banyak varian olahan makanan dari ikan bisa digunakan sebagai sarana membiasakan makanan ikan. “Saya tadi mencicipi lodeh ikan khutuk buatan Bu Rijanto rasanya enak sekali,” katanya di sela sela kampanye makan ikan ini.

Dia menambahkan, setelah masyarakat terbiasa mengonsumsi ikan, cara pengolahan tetap harus diperhatikan. Agar nutrisi atau gizi yang terkandung dalam ikan tidak rusak atau hilang. Menggunakan minyak dalam mengolah ikan tidak begitu dianjurkan. “Kalau sudah terbiasa makan ikan jangan digoreng terus, bisa hilang proteinnya. Baiknya dikukus, disup, atau dipepes, itu juga enak,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Forikan Kabupaten Blitar Ninik Rijanto mengatakan, setiap tahun Pemkab Blitar menggelar sejumlah kegiatan untuk menyukseskan gemarikan. Namun tahun ini hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan karena korona.

Meski begitu, perempuan berkacamata ini memastikan bahwa pemkab berusaha maksimal untuk menjaga kecukupan gizi masyarakat dan memerangi stunting di Bumi Penataran. Melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, memastikan ketersediaan sumber nutrisi dan distribusi barang kepada masyarakat.

Selain itu, ketersediaan air dan lingkungan bersih sebagai salah satu pendukung memerangi stunting terus dilakukan. “Kami tak bosan memberikan imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya ASI eksklusif terhadap bayi,” katanya.

Untuk kecukupan nutrisi terhadap ibu hamil (bumil) juga sangat penting. Sebab berpengaruh terhadap kondisi bayi yang lahir nanti. “Nah ikan itu memiliki kandungan gizi tinggi, baik untuk proses persalinan nanti,” ujarnya.

Di lokasi sama, Bupati Rijanto mengatakan, sejalan dengan kebijakan Pemprov Jatim, setiap tahun Pemkab Blitar juga selalu melaksanakan Program Gemarikan. Beberapa lomba melibatkan ibu dan anak juga sering dilaksanakan untuk meningkatkan animo masyarakat dalam mengonsumsi ikan yang diketahui mengandung gizi yang baik. “Lomba mewarna dan melukis ikan untuk anak anak dan memasak ikan untuk ibu-ibu” tuturnya. (*)

(rt/did/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia