alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radartulungagung
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Permintaan Hewan Kurban Turun

Pedagang Mengeluh

16 Juli 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

LESU: Transaksi penjualan sapi kurban tahun ini agak menurun, diduga dampak pandemi.

LESU: Transaksi penjualan sapi kurban tahun ini agak menurun, diduga dampak pandemi. (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR)

SUKOREJO, Radar Blitar - Pedagang hewan kurban di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar tampaknya butuh kerja ekstr. Pasalnya,meskipun pasar hewan masih tetap beroperasi secara normal, namun jumlah transaksi dan permintaan hewan kurban menurun.

Bahkan, beberapa pedagang menyebutkan bahwa penurunan penjualan hewan kurban mencapai 70 - 80 persen dari tahun sebelumnya. Diduga adanya penurunan ini merupakan dampak wabah Covid-19.

 Salah seorang penjual hewan kurban Daroini mengatakan, penjualan sapi masih sepi hingga dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha. Selain itu, harga jual sapi juga mengalami penurunan dibandingkan jelang Idul Adha tahun lalu. "Biasanya dua pekan sebelum Hari Raya Idul Adha, saya bisa menjual 10 ekor sapi, sekarang baru dua ekor. Harganya juga turun, satu ekor sapi yang biasanya laku Rp 25 juta, sekarang hanya laku Rp 23 juta," katanya.

Dia mengatakan, penyebab menurunnya permintaan pembeli hewan ternak, karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum bisa kembali normal. Apalagi, kondisi pasar sangat sepi pembeli, sehingga pembelian hewan kurban mengalami penurunan cukup drastis. "Tahun lalu, sebelum kurban saja, untuk permintaan sapi sampai membuat saya kewalahan, karena permintaan tinggi barangnya yang kurang," terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang kambing, Risdianto yang menyebutkan, penjualan kambing secara umum mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Menurut dia, pandemi Covid-19 memberikan dampak besar untuk permintaan hewan kurban. "Ya, karena ada virus ini mungkin semua penjualan jadi turun," akunya.

Menurut dia, kisaran harga kambing yang dijual mulai dari Rp 2,5 juta sampai lebih dari Rp 5 juta rupiah, tergantung dengan kualitasnya. Dia mengaku, selama dua puluh tahun menjadi pedagang kambing, baru tahun ini permintaan sangat anjlok. "Kalau biasanya saya jual itu sampai seratus ekor. Tapi sekarang dua puluh belum ada. Tahun ini turunnya itu sangat jauh," ungkapnya.

Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar Dewi Masitoh menduga, sepinya penjualan hewan kurban akibat pandemi Covid-19. Pandemi ini membuat kondisi ekonomi lesu dan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat terhadap hewan kurban. "Mungkin dampak dari Covid-19 juga ya, jadi daya beli masyarakat menurun pada tahun ini," pungkasnya. (*)

(rt/ima/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia