alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Empat Orang PPDP Belum Bekerja

21 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Bella Orlandis

HARUS DATANG : PPDP ketika melakukan tugasnya mendatangi rumah masyarakat untuk coklit dengan protokoler kesehatan dan diawasi petugas Bawaslu

HARUS DATANG : PPDP ketika melakukan tugasnya mendatangi rumah masyarakat untuk coklit dengan protokoler kesehatan dan diawasi petugas Bawaslu (Rokhani for Radar Trenggalek)

Berita Terkait

KOTA, Radar Trenggalek - Kinerja petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang ada di tiap tempat pemungutan suara (TPS) tampaknya belum maksimal. Pasalnya, dari 1.550 PPDP yang ada, empat orang di antaranya belum bertugas melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Diketahui empat petugas PPDP tersebut berasal dari Kecamatan Kampak, Trenggalek, Watulimo, dan Pule. Untuk itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Trenggalek berharap agar empat PPDP tersebut langsung bekerja melakukan coklit agar tidak ada satu pun masyarakat Trenggalek yang berhak memilih, tidak masuk dalam daftar pemilih. "Itu berdasarkan laporan panitia pengawas pemilu (panwaslu) desa yang kami terima. Makanya koordinasi terkait itu terus dilakukan," ungkap Ketua Bawaslu Trenggalek Ahmad Rokhani.

Dia melanjutkan, alasan PPDP belum melakukan tugasnya, ada berbagai macam. Seperti sakit, istri melahirkan, dan ada juga orang tua atau kerabat yang sakit. Hal ini perlu ditindaklanjuti agar tidak berlangsung lama dan segera menjalankan tugasnya. "Coklit berpotensi mengakibatkan pelanggaran administrasi, bahkan hukum. Dengan kejadian itu, kami berharap jangan berlangsung sampai lama," katanya.

Untuk itu, Bawaslu terus melakukan pengawasan untuk meminimalisasi hal tersebut. Apalagi dengan adanya pandemi korona, ada beberapa daerah yang terdapat orangnya terkonfirmasi posotif korona hingga dilakukan social atau physicial distancing. Untuk itu, Bawaslu mengarahkan agar PPDP berkoordinasi dengan tiga pilar dan satuan tugas (satgas) Covid-19 setempat.

Selain itu, pengawasan juga terus dilakukan, melalui pengambilan sampel dengan mendatangi beberapa rumah yang kemungkinan tidak didatangi PPDP. Kriteria rumah yang kemungkinan tidak didatangi tersebut seperti lokasi rumah yang sulit dijangkau, orang yang ada dalam rumah sering keluar, pagar tinggi selalu dikunci, dan ada hewan galak. Tujuannya, untuk mengetahui secara langsung apakah PPDP sudah mendatangi secara langsung atau belum. "Yang datang melakukan coklit harus orang yang memiliki surat keputusan (SK) PPDP, tak boleh diwakilkan. Makanya kami terus melakukan pengawasan," terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek Gembong Derita Hadi, berjanji akan menindaklannjuti temuan Bawaslu tersebut. Mengingat sementara ini pihaknya belum mendapat informasi terkait hal tersebut. Sehingga jika informasi benar, KPU akan menginstruksikan agar yang bersangkutan langsung bekerja sesuai tugasnya. "Coklit digelar serentak mulai Rabu lalu (15/7) hingga Kamis mendatang (13/8). Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar hasilnya sesuai yang diinginkan," imbuhnya. (*)

(rt/zak/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia